Jakarta – Kebiasaan tidur bersama hewan peliharaan ternyata tidak hanya soal kenyamanan, tetapi juga mencerminkan karakter dan kebutuhan emosional seseorang. Psikolog klinis asal Amerika Serikat, Dr. Leah Kaylor, Ph.D., menyatakan bahwa kebiasaan ini bisa memberikan wawasan tentang kepribadian, gaya keterikatan, dan perilaku tidur seseorang.
Menurut Kaylor, orang mengizinkan hewan peliharaan berbagi tempat tidur untuk dukungan emosional, kehangatan, atau rasa aman. “Tidur bersama hewan peliharaan adalah kebiasaan umum yang tidak hanya mencerminkan kenyamanan dan persahabatan, tetapi juga sifat psikologis yang lebih dalam,” ujarnya.
Psikolog dan penasihat media Hope for Depression Research Foundation, Dr. Michele Goldman, Ph.D., menambahkan bahwa tidur merupakan kondisi saat seseorang berada dalam keadaan paling rentan. Oleh karena itu, tidur bersama hewan peliharaan menunjukkan adanya rasa percaya dalam hubungan tersebut. “Tidur bersama orang lain, baik manusia atau hewan peliharaan, berarti kita memiliki kepercayaan dalam hubungan tersebut dan dapat berada dalam kondisi paling rentan namun tetap aman dan terlindungi,” kata Goldman.
Selain itu, orang yang terbiasa tidur bersama hewan peliharaan biasanya tidak mudah risih dengan kedekatan fisik. Hewan peliharaan yang suka tidur dekat pemiliknya menunjukkan bahwa pemiliknya memiliki toleransi kuat terhadap kontak fisik. Goldman menjelaskan, “Hewan peliharaan memiliki kesadaran yang sangat buruk tentang ruang pribadi, dan pemilik hewan peliharaan umumnya menyukai hal ini.”
Kaylor juga menyoroti bahwa kebiasaan ini mencerminkan empati yang tinggi. Banyak pemilik hewan percaya bahwa hewan peliharaan merasa lebih aman dan bahagia saat tidur bersama. “Ini mencerminkan pola pikir yang empatik, mempertimbangkan kebutuhan emosional orang lain, termasuk hewan,” ujarnya.
Tidur bersama hewan peliharaan juga menunjukkan penghargaan terhadap hubungan yang dekat dan tulus. Kedekatan ini membuat hubungan dengan hewan peliharaan terasa semakin spesial dan membuat seseorang lebih menghargai hubungan dengan orang lain.
Beberapa orang bahkan merasa lebih nyaman menghabiskan waktu dengan hewan peliharaan dibandingkan dengan manusia. Psikolog berlisensi dan pembawa acara Mind Matters with Dr. Michele menyebutkan bahwa pencinta hewan mungkin menganggap hewan peliharaan lebih dapat dipercaya dan lebih menarik daripada manusia. Mereka ingin hewan peliharaan hadir saat tertidur karena bisa menceritakan hari tanpa dihakimi.
Kebiasaan tidur bersama hewan peliharaan juga bisa menjadi tanda rasa kesepian. Kehadiran hewan peliharaan membantu mengurangi rasa sepi saat sendiri. Namun, penting untuk tetap membangun hubungan dengan orang lain agar tidak merasa terlalu kesepian.
Selain itu, hewan peliharaan dapat memberikan rasa tenang bagi orang yang mudah stres atau cemas di malam hari. Kaylor menjelaskan, “Hewan peliharaan berfungsi sebagai selimut pengaman hidup yang mengurangi kewaspadaan berlebihan, terutama bagi orang dengan riwayat trauma atau kesulitan tidur.”
Kebiasaan ini juga bisa menunjukkan sifat protektif terhadap hewan peliharaan. Beberapa orang merasa lebih tenang saat hewan peliharaannya tidur dekat untuk memastikan keselamatan mereka sepanjang malam.
Orang yang tidur bersama hewan peliharaan cenderung lebih fleksibel soal aturan tidur. Mereka tidak mempermasalahkan jika hewan peliharaan bergerak atau membuat suara. Kaylor menyebutkan, “Mereka rela mengorbankan tidur optimal demi kenyamanan emosional atau hubungan.”
Terakhir, kebiasaan ini menunjukkan kemampuan menyesuaikan diri dalam berbagai situasi. Orang yang tidur bersama hewan peliharaan terbiasa menghadapi perubahan posisi tidur dan jadwal tidur hewan yang tidak selalu sama.
Itulah beberapa ciri kepribadian orang yang terbiasa tidur bersama hewan peliharaan.















