Singapura – Kasus infeksi Covid-19 di Singapura mengalami lonjakan tajam dalam beberapa pekan terakhir. Communicable Diseases Agency (CDA), badan kesehatan masyarakat di bawah Kementerian Kesehatan Singapura, memperkirakan jumlah kasus infeksi pada 3-9 Mei 2026 mencapai sekitar 8.000 kasus dengan rata-rata 56 pasien dirawat di rumah sakit setiap hari.
Namun, pada periode 10-16 Mei 2026, estimasi kasus melonjak menjadi 12.700 dengan rata-rata pasien yang dirawat di rumah sakit naik menjadi 73 kasus per hari, termasuk satu pasien yang dirawat di ICU setiap hari.
CDA menegaskan varian yang beredar secara lokal saat ini adalah NB.1.8.1, turunan dari varian JN.1 yang menyebabkan lebih dari setengah kasus penularan di Singapura. “Varian ini tidak menunjukkan tanda-tanda lebih menular atau menyebabkan penyakit yang lebih parah,” ujar CDA.
Mengenai efektivitas vaksin, CDA menambahkan bahwa vaksin Covid-19 yang ada saat ini tetap efektif melindungi dari varian tersebut.
Lonjakan kasus ini diperkirakan terjadi karena siklus periodik penyakit pernapasan endemik. “Peningkatan kasus dapat terjadi akibat berbagai faktor, termasuk penurunan kekebalan penduduk,” tulis CDA.
CDA mengimbau masyarakat untuk memperbarui vaksinasi Covid-19, terutama bagi kelompok rentan seperti warga berusia 60 tahun ke atas dan mereka yang rentan secara medis mulai usia 6 bulan ke atas.
Untuk mencegah penularan, warga diimbau menerapkan kebiasaan seperti mencuci tangan secara teratur, menutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin, memakai masker jika mengalami gejala seperti pilek, sakit tenggorokan, atau demam, serta mengurangi interaksi sosial dan perjalanan yang tidak mendesak saat sakit.















