Jakarta – Keputusan komedian Boiyen untuk mengakhiri rumah tangganya dengan Rully Anggi Akbar hanya berselang dua bulan setelah pernikahan sempat mengejutkan publik.
Boiyen resmi dipersunting Rully pada 15 November 2025. Namun, tak lama setelah ikrar janji suci diucapkan, pemilik nama asli Yeni Rahmawati ini justru melayangkan gugatan cerai. Meski harus melewati proses yang tidak mudah di usia pernikahan yang masih seumur jagung, Boiyen kini mengaku kondisinya jauh lebih tenang.
Keputusan untuk berpisah memang bukan perkara ringan. Namun bagi Boiyen, langkah tersebut justru membawa dampak positif bagi ketenangan batinnya. Ia merasa kini bisa kembali menjadi dirinya sendiri. Beban pikiran yang sempat menyelimuti hari-harinya pun perlahan sirna, berganti dengan kedamaian.
“Tenang sih. Lebih kayak enggak tegang ya, kayak tenang gitu. Ya udah kayak comeback ke Boiyen yang sebelumnya,” ungkap Boiyen saat berbincang dengan Ivan Gunawan di kanal YouTube @C8Podcast.
Perempuan berusia 39 tahun ini mengaku lebih menikmati gaya hidup sederhana yang jauh dari kerumitan. Ia selalu berusaha menghindari konflik dengan orang lain agar hidupnya tetap santai.
“Kita kan enggak suka yang ribet-ribet. Aduh, udah sih santai-santai hidup ya, jangan punya masalah sama orang kalau bisa,” tuturnya.
Jika dihadapkan pada kesalahpahaman, Boiyen lebih memilih untuk menyelesaikannya secara bijak dan berkepala dingin agar hubungan tetap terjaga dengan baik. “Kalau emangnya kita punya masalah sama orang, kita selesaikan baik-baik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Boiyen menyadari bahwa setiap orang memiliki karakter atau tabiat yang sulit diubah. Baginya, perubahan seseorang hanya bisa datang dari kemauan diri sendiri, bukan karena paksaan pihak lain.
“Tahu tabiat itu enggak bisa dirubah. Yang bisa merubah diri dia sendiri. Kita enggak bisa maksa orang buat berubah, kan,” ungkap Boiyen.
Boiyen sempat menaruh harapan besar bahwa mantan suaminya bisa memperbaiki diri. Seperti kebanyakan perempuan, ia memilih untuk bersabar dan memberikan kesempatan kedua demi menjaga keharmonisan rumah tangganya.
Namun, meski berbagai masalah telah diupayakan untuk diselesaikan bersama, persoalan baru justru terus bermunculan. Hal inilah yang akhirnya membuat Boiyen merasa tidak lagi sanggup mempertahankan pernikahannya.
“Tadinya begitu, ‘Oh bisa berubah, nih’. Sebelumnya itu ada juga masalah, kita coba selesaikan sama-sama. Tapi, akhirnya ada lagi (masalah),” kenang Boiyen.
Menghadapi situasi yang terus berulang, Boiyen akhirnya memilih untuk berhenti memaksakan keadaan karena merasa lelah secara batin. Ia memutuskan untuk menata kembali hidupnya dan fokus pada diri sendiri.
“Daripada saya lelah, terus kita ingin hidup move on. Ya sudah tenang-tenang, ternyata benar lho ketenangan sama keikhlasan itu mahal ya,” ujarnya.
Bagi Boiyen, ketenangan hati adalah sesuatu yang tak ternilai harganya. Kini, ia lebih menyadari bahwa kehadiran orang yang tulus jauh lebih penting. “Saat-saat ini kita butuh orangnya cuma yang tulus sama ketenangan, ya,” tambahnya.
Saat disinggung mengenai sosok pujaan hati yang baru, Boiyen mengaku belum ingin terburu-buru membuka lembaran cinta. Ia kini lebih memilih menghabiskan waktu untuk membahagiakan diri sendiri dan sang ibunda tercinta.
“Untuk saya nih kayaknya belum kepikiran itu, ya. Tenang-tenangin diri sendiri. Saya senang-senangin diri saya sendiri sama ibu saya. Ya udah deh,” pungkasnya.











