Jakarta, CNBC Indonesia – Beban pikiran sering kali menghinggapi Gen Z tanpa disadari. Banyak tekanan yang muncul dari hal-hal yang dianggap lumrah dalam keseharian, padahal jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini bisa berdampak buruk pada kesehatan mental dan kualitas hidup Anda.
Meski Gen Z dikenal sebagai generasi yang lebih terbuka dalam mengekspresikan emosi, nyatanya masih banyak hal yang dipendam sendirian. Tanpa disadari, ada beberapa faktor yang diam-diam menjadi beban berat bagi Gen Z. Apa saja itu? Simak daftarnya yang dilansir dari Your Tango berikut ini:
Ketergantungan pada Media Sosial
Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan Gen Z, mulai dari urusan pertemanan, karier, hingga pembentukan identitas diri. Namun, di balik kemudahan tersebut, tersimpan tekanan besar yang sering kali luput dari perhatian.
Mulai dari standar kecantikan, gaya hidup, hingga pencapaian orang lain, semuanya tersaji sempurna di layar ponsel. Hal ini memicu kebiasaan membandingkan diri sendiri dengan orang lain, sehingga Anda merasa tidak cukup baik, padahal Anda sebenarnya sudah berusaha melakukan yang terbaik.
FOMO yang Tidak Ada Habisnya
Menurut peneliti psikologi Liz Stillwaggon Swan, Fear of Missing Out (FOMO) atau rasa takut ketinggalan menjadi salah satu pemicu utama kecemasan pada Gen Z. Anda mungkin merasa harus selalu mengikuti tren, pergi hangout, atau mencapai target tertentu agar tidak tertinggal dari orang lain.
Padahal, apa yang Anda lihat di media sosial hanyalah potongan kecil dari kehidupan orang lain. Tekanan untuk selalu “ikut-ikutan” ini justru membuat Anda sulit menikmati proses hidup sendiri tanpa harus terus membandingkannya dengan orang lain.
Social Anxiety yang Dipendam
Menurut National Social Anxiety Center, Gen Z sering kali berjuang dengan kecemasan sosial yang mereka simpan sendiri.











