Jakarta, CNBC Indonesia – Keamanan pangan menjadi fondasi utama dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini ditegaskan oleh Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN), Tigor Pangaribuan, dalam acara CNBC Indonesia Food Summit 2026 di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026).

“Kami telah menyiapkan tiga aspek krusial dalam menjaga keamanan pangan,” ujar Tigor.

Aspek pertama berkaitan dengan tata kelola infrastruktur melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Tigor menekankan bahwa setiap SPPG wajib beroperasi di lingkungan yang higienis dan dilengkapi dengan peralatan standar. Selain itu, lokasi SPPG harus berada sedekat mungkin dengan penerima manfaat guna mencegah risiko makanan basi akibat durasi pengiriman yang terlalu lama.

Kedua, BGN telah menetapkan petunjuk teknis ketat terkait pemilihan bahan pangan. Bahan yang digunakan harus dalam kondisi segar, dipasok melalui koperasi, dan memiliki sistem pelacakan asal-usul yang jelas. “Kami memberikan otoritas penuh kepada kepala SPPG untuk memastikan bahan pangan yang diterima dalam kondisi baik,” jelasnya.

Ketiga, BGN mengatur secara detail prosedur pengolahan pangan. Proses memasak dijadwalkan dimulai sejak pukul 2 pagi agar seluruh makanan selesai diolah sebelum pukul 10 pagi. Selain itu, setiap dapur atau SPPG yang beroperasi wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Melalui ketiga langkah tersebut, kami berupaya memastikan bahwa pangan yang disajikan benar-benar aman bagi seluruh penerima manfaat,” pungkas Tigor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *