Jakarta – Kehamilan ganda dalam waktu singkat dialami oleh Deonna Fletcher akibat kondisi langka bernama superfetation. Kehamilan keduanya terdeteksi kurang dari satu minggu setelah kehamilan pertama diketahui.
Deonna bersama pasangannya, Antonio Livingston, awalnya mengira hanya mengandung satu bayi. Namun beberapa minggu kemudian, Deonna merasakan sakit perut hebat saat bekerja dan memeriksakan diri ke rumah sakit. Hasil USG menunjukkan bayi pertama dalam kondisi baik, tetapi dokter menemukan dua janin lain dengan ukuran berbeda di rahimnya.
Dokter menjelaskan, “Deonna mengalami superfetation, yaitu kondisi ketika perempuan kembali mengalami ovulasi dan pembuahan meski sudah hamil.” Kondisi ini sangat jarang terjadi karena tubuh biasanya menghentikan ovulasi saat kehamilan berlangsung. Studi medis menyebutkan kasus superfetation sangat sedikit dan fenomena ini belum sepenuhnya dipahami.
Dalam kasus Deonna, bayi pertama dikandung sekitar enam hari lebih awal dibanding bayi kembar lainnya. Karena perbedaan usia janin, kehamilan ini dikategorikan berisiko tinggi. Dokter juga mengkhawatirkan kemungkinan twin-to-twin transfusion syndrome (TTTS), yaitu ketidakseimbangan aliran darah antar bayi kembar. Deonna pun menjalani pemantauan ketat dan bed rest selama kehamilan.
Pada Januari 2021, Deonna melahirkan tiga bayi perempuan melalui operasi caesar pada usia kandungan 32 minggu. Ketiganya, yang diberi nama Amani, Amber, dan Dream, lahir prematur dan sempat dirawat di NICU, namun kini tumbuh sehat.
Tepat sebelum ketiga anaknya berusia dua tahun, Deonna kembali hamil satu bayi laki-laki yang lahir pada Oktober 2022 dan diberi nama Antonio Junior atau AJ. Kini, Deonna dan keluarganya hidup bahagia bersama empat anak mereka. Kisah ini menjadi bukti bahwa tubuh manusia masih menyimpan banyak misteri yang membuat dunia medis terkagum.















