Mengintip Besaran Gaji Pramugari AirAsia: Bergantung pada Jam Terbang dan Insentif
Jakarta, CNBC Indonesia – Penasaran dengan besaran gaji pramugari AirAsia? Memasuki tahun 2026, penghasilan awak kabin di maskapai berbiaya rendah ini tidak hanya bersumber dari gaji pokok, melainkan sangat dipengaruhi oleh jam terbang serta insentif yang diraih.
Berdasarkan data dari Aviation A2Z, gaji pokok pramugari AirAsia tergolong relatif kecil, yakni di kisaran RM2.300 hingga RM2.800 per bulan atau setara dengan Rp8 juta hingga Rp10 juta. Namun, angka tersebut belum mencakup berbagai tunjangan dan bonus berbasis kinerja yang nilainya disesuaikan berdasarkan negara tempat mereka bertugas.
Jika dikalkulasikan dengan uang terbang, insentif penjualan produk di dalam pesawat, serta tunjangan lainnya, penghasilan bulanan awak kabin umumnya berada di kisaran RM3.500 hingga RM5.000, atau sekitar Rp12 juta hingga Rp17 juta.
Bagi pramugari yang telah berpengalaman dengan jam terbang tinggi, pendapatan mereka bisa melonjak lebih besar, yakni mencapai RM5.500 hingga RM6.500 per bulan atau sekitar Rp19 juta hingga Rp23 juta, terutama saat jadwal penerbangan sedang padat.
Secara tahunan, total penghasilan awak kabin AirAsia diperkirakan berkisar antara RM42.000 hingga RM60.000 atau sekitar Rp145 juta hingga Rp207 juta, tergantung pada intensitas kerja dan jumlah penerbangan yang dijalani.
Model bisnis maskapai low cost membuat pendapatan pramugari sangat bergantung pada produktivitas. Prinsipnya sederhana: semakin sering terbang dan semakin tinggi penjualan produk di pesawat, maka semakin besar pula penghasilan yang dibawa pulang.
Selain gaji, awak kabin juga mendapatkan berbagai fasilitas pendukung, seperti:
* Tunjangan penerbangan dan sektor
* Komisi penjualan makanan dan minuman di pesawat
* Uang harian saat layover
* Akomodasi hotel untuk penerbangan internasional
* Tiket pesawat diskon untuk karyawan
* Asuransi kesehatan











