Jakarta, CNBC Indonesia – Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman kesehatan yang serius di Indonesia, khususnya di kawasan perkotaan. Meski angka kasusnya tidak setinggi tuberkulosis (TBC) atau HIV, penyakit ini tetap berisiko fatal jika tidak segera mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa satu pasien DBD berpotensi menularkan virus kepada 5 hingga 6 orang lainnya. Angka ini memang lebih rendah dibandingkan campak, namun tetap menunjukkan tingkat penularan yang signifikan, terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi.

“Kalau campak bisa 12 sampai 18 orang, dengue ini sekitar 2 sampai 10, rata-rata 5-6,” ujar Budi dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, perbedaan mendasar terletak pada cara penularannya. Jika campak menyebar melalui droplet, DBD ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti yang berkembang biak di lingkungan perkotaan. Oleh karena itu, faktor lingkungan menjadi kunci utama dalam pengendalian penyakit ini.

Menkes menegaskan bahwa lonjakan kasus DBD sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca, terutama fenomena El Nino. Perubahan suhu dan pola curah hujan memicu peningkatan populasi nyamuk, yang secara otomatis meningkatkan risiko penularan.

“Dengue itu benar-benar mengikuti pola El Nino. Begitu naik, kasus langsung meningkat,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *