Jakarta – Tahnik merupakan salah satu tradisi Islam yang dilakukan saat menyambut kelahiran bayi. Prosesi ini dilakukan dengan memberikan kurma yang telah dilembutkan ke dalam mulut Si Kecil.

Dalam praktiknya, kurma dikunyah terlebih dahulu hingga halus sebelum diberikan. Setelah itu, kurma dimasukkan secara perlahan ke mulut bayi sebagai wujud doa dan harapan baik bagi sang buah hati.

Saat melakukan tahnik, Bunda disarankan untuk melakukannya dengan lembut dan penuh kehati-hatian. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat tahnik merupakan salah satu amalan yang dianjurkan bagi orang tua.

Selain bernilai ibadah, tahnik juga kerap dikaitkan dengan manfaat kesehatan bagi bayi. Namun, bagaimana sebenarnya pandangan medis mengenai tradisi ini?

Dikutip dari buku Tausiyah Nabi untuk Para Bidadari karya Dar El-Irfan, ulama Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa tahnik dilakukan untuk melatih bayi menerima makanan sejak awal kehidupannya.

Sementara itu, dalam buku Mukjizat Hadist Nabi karya Dana Nur K.S, dkk, tahnik disebut sebagai bentuk imunisasi alami yang diajarkan oleh Rasulullah. Caranya, sari kurma diletakkan di atas lidah bayi.

Sari kurma yang telah bercampur dengan sedikit air liur kemudian diambil dengan jari, lalu dioleskan secara perlahan ke langit-langit mulut Si Kecil.

Pada proses tersebut, enzim dari air liur bayi akan bereaksi dan biasanya bayi akan mengisap jari. Melalui interaksi ini, bakteri yang berasal dari air liur dan sari kurma akan dikenali oleh tubuh bayi. Dengan begitu, tubuh bayi diharapkan lebih siap untuk melawan bakteri dari luar.

Tips melakukan tahnik pada bayi

Dalam pelaksanaannya, ada beberapa langkah yang perlu Bunda perhatikan agar tahnik dilakukan dengan benar. Dikutip dari buku Aqiqah karya Ahmad ibn Mahmud ad-Dib dan Pesan dari Nabi Tentang Anak karya Eva Rianty Lubis, berikut urutannya:

  1. Letakkan sedikit kurma yang sudah dikunyah di atas jari orang yang akan melakukan tahnik. Pastikan kurma sudah benar-benar lembut sebelum digunakan.
  2. Masukkan jari tersebut secara perlahan ke dalam mulut bayi. Lakukan dengan hati-hati agar bayi merasa nyaman.

Berikut adalah penulisan ulang artikel tersebut agar lebih menarik dengan tetap mempertahankan gaya bahasa dan informasi aslinya:


Memahami Praktik Tahnik pada Bayi: Tinjauan dari Sisi Tradisi dan Medis

Dalam praktiknya, tahnik dilakukan dengan menggerakkan jari secara perlahan dan merata ke arah kanan dan kiri mulut bayi. Gerakan ini harus dilakukan dengan lembut dan tidak terburu-buru agar Si Kecil tetap merasa nyaman.

Manfaat Tahnik bagi Bayi
Merujuk pada buku Kamus Tematik Nama Terbaik Pembawa Berkah karya Yazid Subakti dan Deri Rizki, tahnik dilakukan dengan harapan agar bayi tumbuh dengan kebaikan serta keimanan yang terus berkembang.

Pemilihan kurma sebagai media tahnik pun memiliki makna filosofis. Rasulullah SAW memilih kurma karena buah ini diibaratkan seperti orang Muslim, selain juga karena rasa manisnya yang khas. “Buah kurma dipilih oleh Rasulullah SAW karena merupakan buah dari pohon yang disamakan oleh beliau dengan orang mukmin. Selain itu juga karena rasa manisnya,” tulis buku tersebut.

Secara tradisional, tahnik dipercaya dapat menguatkan saraf-saraf mulut dan melatih gerakan lisan Si Kecil. Praktik ini juga diyakini memberikan stimulasi pada tenggorokan serta tulang rahang bawah melalui gerakan jilatan.

Tinjauan Medis Terkait Tahnik
Lantas, bagaimana pandangan dunia medis mengenai praktik ini? Dokter Spesialis Anak, Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), memberikan penjelasan penting bagi para Bunda.

Menurut dr. Ariani, bayi yang baru lahir belum diperbolehkan mengonsumsi makanan selain susu. Hal ini juga berlaku pada praktik tahnik yang menggunakan kurma. “Meskipun kurma sudah dikunyah sehalus-halusnya oleh orang tua, konsistensinya tentu tetaplah berupa makanan lunak, yang baru bisa dikonsumsi dan dicerna bayi pada usia 16 minggu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dr. Ariani menekankan bahwa ASI adalah asupan terbaik yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). ASI dinilai paling sesuai dengan kebutuhan bayi sekaligus meminimalisir risiko tersedak.

Banyak penelitian telah membuktikan bahwa ASI merupakan nutrisi paling ideal bagi bayi baru lahir yang mendukung tumbuh kembang Si Kecil. “Dari beberapa penelitian, ASI memberikan banyak manfaat terhadap perkembangan bayi ke depannya. Pemberian makan harus sesuai dengan tumbuh kembang anak,” jelas dr. Ariani.

Demikian penjelasan mengenai praktik tahnik dalam Islam serta tinjauannya dari sisi medis kedokteran. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Bunda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *