WHO Jelaskan Bahaya Hantavirus, Apakah Jadi Ancaman?

Devi Rizky

apakah-hantavirus-“the-next-covid”?-ini-penjelasan-who
Apakah Hantavirus “The Next Covid”? Ini Penjelasan WHO

Jakarta – Wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menjadi sorotan global setelah tiga penumpang meninggal dunia dan delapan kasus terkonfirmasi serta dugaan infeksi terkait kapal tersebut.

Israel mengonfirmasi satu kasus hantavirus, sementara Singapura mengisolasi dua warganya yang diduga terpapar virus setelah berada di kapal yang sama. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran apakah hantavirus bisa menjadi “the next Covid-19.”

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan potensi munculnya kasus baru karena masa inkubasi virus ini bisa mencapai enam minggu. Artinya, seseorang yang terpapar membutuhkan waktu hingga enam minggu agar virus terdeteksi dalam tubuhnya.

Dalam konferensi pers pada Kamis (7/5), ahli epidemiologi penyakit menular WHO, Maria Van Kerkhove, menjelaskan bahwa wabah ini berbeda dengan awal pandemi Covid-19. “Ini bukan awal pandemi Covid. Ini adalah wabah yang kita lihat di kapal,” ujarnya.

Van Kerkhove menambahkan bahwa hantavirus tidak menyebar seperti virus corona, melainkan melalui “kontak dekat dan intim.” WHO juga sedang menyelidiki kemungkinan penularan antar manusia, yang dianggap sangat jarang terjadi. Ia menduga orang pertama yang terinfeksi kemungkinan sudah membawa virus sebelum naik kapal. Pihak berwenang menyatakan tidak ada tikus di kapal tersebut.

Sebagian besar strain hantavirus menular dari hewan pengerat ke manusia melalui urine, feses, atau air liur tikus yang mengering dan terhirup manusia. Paparan biasanya terjadi saat membersihkan area yang pernah menjadi sarang tikus, atau melalui kontak dengan permukaan terkontaminasi yang kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata. Gigitan tikus juga bisa menjadi jalur penularan meski lebih jarang.

Gejala awal hantavirus mirip flu biasa, seperti demam, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, lemas, mual, muntah, diare, dan nyeri perut. Namun, beberapa strain dapat menyebabkan komplikasi paru serius seperti sesak napas, batuk, penumpukan cairan di paru-paru, tekanan darah rendah, hingga gangguan fungsi jantung.

Kasus terkait kapal MV Hondius telah dikonfirmasi di Swiss, sementara otoritas kesehatan di Afrika Selatan dan Swiss mengidentifikasi strain yang mampu menyebar antar manusia dalam kasus langka.

Popular Post

Mood Daily

Kamu Benar Mencintainya ? Ini Tanda Ketulusanmu !

Femalers – Perempuan yang benar tulus mencintai pasanganya memiliki cara tertentu untuk menjalin hubungan. Kesetiaan dalam suatu hubungan merupakan sesuatu ...

FashionOOTD

Nama Fashion Style yang Wajib Kamu Ketahui !

Femalers – Sejak dahulu gaya fashion merupakan trend yang paling cepat mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Dari tahun ke tahun ...

BeautyMake Up

Eyelash Extension dan Eyelash Lifting? Apa Bedanya?

Femalers – Setiap wanita pasti ingin mempunyai bulu mata yang tebal dan lentik. Berkembanglah trend eyelash extension dan juga eyelash ...

KarirMahMud

Karir atau Rumah Tangga? Bagaimana Menyeimbangkan Keduanya?

Femalers – Zaman sekarang ialah zaman emansipasi wanita, yang dimana wanita dapat mengenyam pendidikan dan juga berkarir. Banyak wanita yang ...

BeautyMake Up

Kesalahan Saat Bermake-Up? Apa Saja?

Femalers – Wanita pasti ingin tampil cantik dan menarik di depan banyak orang. salah satu penunjang kecantikan wanita ialah make ...

BeautySkin Care

Kulit Kusam Bikin Muram, Atasi Dengan Cara Sederhana Ini !

Femalers – Wajah kusam disebabkan oleh berbagai hal sederhana yang sering kali terlupakan oleh banyak orang. Penyebabnya adalah kosmetik yang ...

Tinggalkan komentar