Jakarta – Kebiasaan menonton ulang drama atau film favorit ternyata memiliki kaitan erat dengan karakter dan kondisi psikologis seseorang. Meski banyak tayangan baru, sebagian orang merasa lebih nyaman menonton ulang karena alur cerita yang sudah familier dapat memberikan ketenangan.
Para psikolog menjelaskan bahwa menonton ulang berkaitan dengan cara seseorang mengatur emosi dan mengurangi stres. Melansir The Economic Times, kebiasaan ini terkait dengan konsep cognitive ease, di mana otak tidak perlu bekerja keras saat menghadapi cerita yang sudah dikenal sehingga terasa lebih relaks.
Menurut Psychology Today, menonton ulang juga mengurangi beban pikiran karena tidak ada ketidakpastian cerita, sehingga tidak menimbulkan ketegangan. Kebiasaan ini sering muncul pada orang yang ingin merasa nyaman dan mengendalikan situasi di tengah ketidakpastian.
Beberapa ciri kepribadian yang sering ditemukan pada orang yang suka menonton ulang drama atau film antara lain memprioritaskan kenyamanan diri, mudah bernostalgia, dan menghindari kelelahan dalam mengambil keputusan. Robert N. Kraft, profesor psikologi kognitif, menyatakan bahwa pengulangan tayangan yang disukai dapat meningkatkan rasa suka dan keterikatan.
Selain itu, kebiasaan ini juga bisa menjadi tanda seseorang sedang mengalami kecemasan. Psikolog konseling Sargun Bedi menyebutkan bahwa tayangan dengan alur yang sudah diketahui memberikan rasa kepastian saat kecemasan meningkat.
Orang yang suka rewatch juga cenderung merasa lebih dekat dengan karakter favorit, mengurangi beban pikiran, dan memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. Mereka biasanya lebih peka terhadap detail kecil yang terlewat saat menonton pertama kali dan menggunakan momen tersebut sebagai refleksi diri.
Kebiasaan menonton ulang juga sering ditemukan pada orang dengan sifat introvert yang lebih nyaman menghabiskan waktu sendiri untuk menenangkan pikiran. Interaksi sosial yang intens bisa menguras energi mereka, sehingga menonton ulang menjadi cara untuk mengisi ulang tenaga.
Dengan berbagai alasan tersebut, menonton ulang drama atau film favorit bukan sekadar kebiasaan, melainkan cerminan dari kondisi psikologis dan kepribadian seseorang.















