Jakarta – Seiring bertambahnya usia, cara kita memandang orang lain pun ikut berubah, Bunda. Tanpa disadari, kita sering kali merasa semakin mudah merasa tidak suka atau bahkan membenci orang lain.
Pikiran tersebut biasanya muncul begitu saja tanpa alasan yang jelas. Bahkan, hal-hal kecil dari kepribadian orang lain yang dulu bisa dimaklumi, kini justru terasa mengganggu dan mengubah cara pandang kita terhadap mereka.
Menurut penulis buku The Secret Lives of Introverts, Jenn Granneman, kepribadian seseorang memang mengalami transformasi seiring bertambahnya usia. Saat memasuki usia dewasa, seseorang cenderung menjadi lebih pendiam dan enggan membuka diri terhadap dunia luar.
“Secara umum, orang menjadi lebih stabil secara emosional, ramah, dan teliti seiring bertambahnya usia,” ujar Granneman, dilansir dari Your Tango.
“Mereka juga menjadi lebih pendiam dan tertutup, serta membutuhkan lebih sedikit sosialisasi dan kegembiraan untuk merasa bahagia,” sambungnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Christine Vargo, CDWF, LCSW, dalam buku karya Susan Cain yang berjudul Quiet: The Power of Introverts in a World That Can’t Stop Talking. Menurut Vargo, ‘tugas’ seseorang akan berubah seiring berjalannya waktu.
“Jika tugas paruh pertama kehidupan adalah untuk membuka diri, maka tugas paruh kedua adalah untuk memahami dari mana kamu berasal,” tulis Vargo.
“Kita belajar memahami kebutuhan kita akan interaksi sosial dan perilaku yang lebih selaras dengan kegiatan di luar rumah, mencari pengalaman baru dan menarik. Seiring bertambahnya usia, hal ini berkaitan dengan apa yang disebut psikolog sebagai ‘pematangan intrinsik’.”
Perubahan pola pikir ini tentu memengaruhi cara kita memandang orang di sekitar. Tak jarang, pergeseran perspektif ini membuat kita merasa lebih mudah membenci orang lain. Lantas, apa penyebabnya?
Berikut adalah alasan mengapa Bunda mungkin merasa lebih sering membenci orang lain seiring bertambahnya usia:
1. Semakin sering dikecewakan orang lain
Saat masih berusia 20-an, Bunda mungkin sudah pernah mengalami pukulan besar dari orang-orang yang tidak disangka akan menyakiti kita. Pengalaman pahit tersebut dapat terakumulasi seiring berjalannya waktu, yang akhirnya membuat Bunda merasa kecewa dan lebih mudah menutup diri dari orang lain.
Pernahkah Bunda merasa lebih mudah membenci orang lain seiring bertambahnya usia? Ternyata, ada alasan psikologis di balik perubahan perasaan tersebut. Berikut adalah beberapa penyebabnya:
2. Mengalami kelelahan (burnout)
Kelelahan atau burnout bisa memicu munculnya pikiran negatif. Salah satu tanda utama burnout adalah hilangnya minat pada hal-hal yang dulu disukai, termasuk dalam menjalin hubungan dengan orang lain.
Menurut Vargo, cara terbaik untuk menghindari burnout adalah dengan meluangkan waktu bersama orang-orang yang membawa kegembiraan. Langkah ini tidak hanya mencegah kelelahan, tetapi juga menjauhkan Bunda dari hubungan toxic yang menguras energi dan memicu rasa benci.
3. Merasa orang lain membosankan
Dalam keseharian, hidup kita sering kali dipenuhi dengan urusan yang kurang penting. Terkadang, kita bertemu dengan orang yang dianggap “tidak penting” atau membosankan, sehingga memicu rasa benci. Pada titik tertentu, rasa bosan inilah yang membuat kita enggan untuk berinteraksi dengan mereka.
4. Sifat introvert yang muncul seiring usia
Seiring bertambahnya usia, keinginan untuk keluar rumah, bertemu orang baru, atau menghadiri pesta biasanya akan berkurang. Bunda mungkin mulai merasa lebih negatif saat harus berinteraksi dengan orang baru.
Sebuah studi tahun 2000 yang dimuat dalam jurnal Assessment menyebutkan bahwa hal ini adalah proses alami penuaan. Seiring waktu, sifat ekstrovert seseorang memang cenderung menurun.
5. Mengalami depresi atau kecemasan sosial
Munculnya rasa benci pada orang lain bisa menjadi salah satu gejala depresi. Penelitian dalam jurnal Molecular Psychiatry menemukan bahwa orang yang mengalami depresi cenderung menarik diri dari situasi sosial karena merasa kesulitan menghadapi kebencian dibandingkan mereka yang tidak depresi.
Selain depresi, rasa tidak suka terhadap orang lain juga bisa dipicu oleh kecemasan sosial. Dalam kondisi tertentu, kecemasan ini bisa mencapai titik di mana seseorang merasa tidak mampu atau tidak ingin bertemu orang lain sama sekali.
Itulah beberapa alasan mengapa seiring bertambahnya usia, kita cenderung lebih sering merasa membenci orang lain. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.











