New York City – Musim lelang musim semi di New York City resmi dimulai pada 14 Mei dengan menampilkan karya seni bernilai tinggi dari maestro dunia seperti Mark Rothko, Jean-Michel Basquiat, Pablo Picasso, dan Vincent van Gogh. Karya-karya tersebut menjadi sorotan utama pasar seni internasional.
Rumah lelang Sotheby’s menempatkan lukisan karya Rothko tahun 1957 sebagai bintang utama dalam penjualan seni kontemporer. Dikutip dari Sotheby’s, lukisan berjudul Brown and Blacks in Red itu terjual seharga 85,8 juta USD atau sekitar Rp1,5 triliun. Harga tersebut menjadi yang tertinggi kedua untuk karya Rothko di ajang lelang. Secara keseluruhan, total penjualan malam itu mencapai 433,1 juta USD atau sekitar Rp7,6 triliun.
Kepala penjualan malam kontemporer Sotheby’s, Lucius Elliott, menyebut karya tersebut sebagai salah satu lukisan Rothko terbaik yang dilelang dalam beberapa tahun terakhir.
Selain Rothko, karya Basquiat berjudul Museum Security (Broadway Meltdown) juga menarik perhatian kolektor. Lukisan tahun 1983 itu diperkirakan bernilai lebih dari 45 juta dolar AS. Elliott mengatakan karya tersebut berasal dari periode penting dalam karier Basquiat ketika namanya mulai mendapat pengakuan luas dan masuk ke ruang-ruang museum besar.
Pada penjualan seni modern yang dimulai 19 Mei, karya Picasso berjudul Arlequin Buste diprediksi terjual lebih dari 40 juta dolar AS. Lukisan yang dibuat pada 1909 itu dianggap berasal dari fase penting ketika Picasso mulai mengembangkan gaya Kubisme yang kemudian menjadi tonggak sejarah seni modern.
Sementara itu, lukisan cat air Van Gogh dari Arles tahun 1888 juga masuk dalam daftar unggulan lelang. Kepala penjualan utama seni modern Sotheby’s, Allegra Bettini, menyebut karya tersebut sangat langka karena Van Gogh hanya membuat sedikit lukisan cat air selama berada di Arles, periode yang dianggap sebagai masa munculnya gaya dewasa sang seniman.
Para spesialis lelang menilai pasar seni global menunjukkan permintaan kuat dalam beberapa bulan terakhir. Hasil penjualan di New York, London, Hong Kong, dan Paris disebut tetap solid, mencerminkan tingginya minat terhadap karya seni modern dan kontemporer bernilai tinggi. Penjualan Sotheby’s kali ini pun diperkirakan kembali menjadi tolok ukur kekuatan pasar seni dunia.















