Jakarta – Banyak orang merasa berat badan masih dalam batas normal, namun celana mulai terasa sempit di bagian pinggang. Kondisi ini sering dianggap biasa selama belum masuk kategori obesitas, padahal lingkar perut yang membesar bisa menjadi sinyal awal risiko gangguan metabolik.
Menurut dr. Shiela Stefani dari Mayapada Hospital Bandung, penumpukan lemak di area perut perlu diwaspadai meski berat badan terlihat normal. “Lemak di area ini berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan metabolik seperti gula darah tinggi, kolesterol, hipertensi, hingga fatty liver,” ujarnya.
Dia menambahkan, evaluasi kesehatan sebaiknya tidak hanya melihat angka timbangan, tetapi juga memperhatikan lingkar perut dan sebaran lemak tubuh secara menyeluruh. Gangguan metabolik dan fatty liver sering berkembang perlahan tanpa gejala jelas di tahap awal, sehingga banyak orang baru menyadarinya setelah pemeriksaan kesehatan menunjukkan perubahan kondisi tubuh.
Perubahan sederhana seperti lingkar pinggang yang membesar dan celana yang semakin ketat di bagian perut, meski berat badan tidak banyak berubah, menjadi sinyal awal risiko kesehatan. Oleh karena itu, pengukuran lingkar perut dapat membantu mendeteksi risiko metabolik sejak dini.
Namun, lingkar perut perlu dilihat bersama faktor lain seperti gula darah, kadar kolesterol, tekanan darah, pola makan, aktivitas fisik, dan komposisi tubuh secara keseluruhan.
Untuk membantu masyarakat memahami kondisi metabolik dan kesehatan hati secara menyeluruh, Mayapada Hospital Bandung memiliki Liver and Metabolic Wellness Center (LMWC). LMWC menyediakan perawatan komprehensif untuk kesehatan liver, gangguan metabolik, dan pengelolaan berat badan dengan fokus pada deteksi dini risiko seperti obesitas, diabetes, dislipidemia, dan sindrom metabolik.
LMWC didukung tim dokter multidisiplin dan fasilitas modern seperti elastografi FibroScan® untuk pemeriksaan kesehatan hati non-invasif, serta Total Body Matrix Assessment (TBMA) untuk evaluasi komposisi tubuh dan indikator metabolik. Layanan ini merupakan bagian dari Gastrohepatology Center yang tersedia di berbagai unit Mayapada Hospital di Jakarta Selatan, Tangerang, Bogor, Surabaya, Bandung, dan akan segera hadir di Jakarta Timur.
Informasi lengkap mengenai layanan kesehatan di Mayapada Hospital dapat diakses melalui fitur Health Articles and Tips di MyCare, serta fitur Personal Health yang terhubung dengan Google Fit dan Health Access untuk memantau detak jantung, kalori, langkah, dan Body Mass Index (BMI).















