Jakarta – Anak yang sering mengeluh bosan saat libur sekolah ternyata mengalami kondisi yang umum dialami banyak anak ketika kegiatan belajar berhenti dan waktu luang bertambah. Meski di sekelilingnya sudah ada mainan atau aktivitas, anak tetap kerap berkata, “Aku bosan.”
Rasa bosan terjadi ketika otak tidak memiliki hal tertentu untuk difokuskan, seperti kegiatan belajar atau aktivitas harian. Akibatnya, anak mencari hiburan dengan meminta ditemani atau beralih ke gadget. Namun, para pakar menyatakan bahwa rasa bosan tidak selalu berdampak buruk bagi anak, bahkan memberikan manfaat bagi perkembangan otak.
Dilansir dari laman The Independent, rasa bosan merupakan tanda bahwa perubahan diperlukan, baik dalam kegiatan maupun lingkungan sosial. Psikolog menemukan bahwa kebosanan mendorong seseorang untuk menemukan tujuan dan mencoba hal baru. Profesor kepemimpinan publik di Harvard Kennedy School, Arthur Brooks, menyebut bahwa rasa bosan baik untuk refleksi diri karena memberi kesempatan berpikir dan menemukan makna hidup.
Anak yang jarang merasakan bosan akan kesulitan menghadapi situasi serupa saat dewasa. Oleh karena itu, orang tua disarankan membiarkan anak sesekali merasa bosan dan tidak selalu menganggapnya sebagai masalah yang harus segera diatasi.
Seiring waktu, anak akan terbiasa menghadapi rasa bosan dan lebih mudah beradaptasi tanpa cepat merasa jenuh. Ketika anak terbiasa mengisi waktu sendiri, orang tua tidak perlu selalu bertanggung jawab menghibur mereka. Jadi, saat anak berkata, “Aku bosan,” orang tua tidak perlu merasa bersalah atau khawatir.
Untuk membantu anak menghadapi rasa bosan selama libur sekolah, orang tua dapat melakukan beberapa cara. Pertama, sediakan waktu tanpa jadwal padat agar anak dapat bermain dan mencari aktivitas yang disukai secara mandiri. Kedua, siapkan alat bermain seperti alat gambar, balok, atau bahan kerajinan yang mudah dijangkau. Ketiga, ajak anak bermain di luar rumah untuk mendapatkan pengalaman baru dan mengurangi ketergantungan pada gadget.
Keempat, biarkan anak belajar menghadapi rasa bosan dengan memahami bahwa itu hal yang wajar dan mengajak mereka menemukan kegiatan sendiri. Kelima, beri ruang anak bereksplorasi dengan caranya sendiri selama dalam batas aman, dan ajak mereka merapikan area bermain sebagai bentuk tanggung jawab. Keenam, berikan apresiasi atas usaha anak mencoba hal baru agar mereka lebih percaya diri.
Dengan demikian, rasa bosan yang dialami anak saat libur sekolah tidak selalu negatif dan justru dapat mendukung perkembangan mereka. Orang tua diharapkan dapat memahami dan mendampingi anak dengan cara yang tepat.















