Jakarta – Cairan yang keluar dari organ intim saat hamil sering menjadi keluhan banyak calon ibu. Namun, apakah kondisi ini termasuk serius dan memerlukan penanganan medis?
Menurut laman Today’s Parent, cairan yang keluar dari vagina selama kehamilan umumnya adalah urine. Cairan ini bisa keluar saat ibu hamil melakukan gerakan refleks seperti bersin, batuk, atau tertawa.
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Brooke Vandermolen, menjelaskan bahwa rahim yang membesar memberi tekanan pada kandung kemih, mengurangi kapasitas fungsionalnya, memengaruhi hormon kehamilan, serta melunakkan ligamen dan jaringan ikat yang menopang otot dasar panggul. “Kondisi tersebut bisa membuat sfingter uretra kewalahan dan menjadi lebih sensitif terhadap sesuatu yang sederhana seperti batuk, bersin, atau tertawa,” ujarnya.
Sebagian besar kebocoran urine selama kehamilan termasuk normal, terutama pada trimester kedua dan ketiga ketika bayi menekan kandung kemih. Selain urine, cairan yang keluar juga bisa berasal dari keputihan normal yang meningkat selama kehamilan dan membuat pakaian dalam basah. Keputihan ini biasanya berwarna bening atau putih dan tidak berbau, berfungsi melindungi organ intim dari infeksi.
Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, cairan tersebut bisa merupakan air ketuban. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh ibu hamil.
Ciri-ciri air ketuban yang rembes antara lain cairan yang terus keluar tanpa berhenti saat duduk, berdiri, atau bergerak, berbeda dengan urine yang biasanya keluar pada posisi tertentu. Cairan ketuban biasanya encer, jernih atau berwarna kuning pucat, dan tidak berbau seperti urine. Jika cairan berwarna kehijauan, kecoklatan, atau berbau busuk, segera konsultasikan ke dokter.
Ibu hamil disarankan segera ke dokter jika mengalami tanda-tanda berikut: semburan cairan tiba-tiba yang membasahi pakaian dalam, aliran cairan encer yang terus menerus, perdarahan atau cairan berwarna merah muda, cairan berbau busuk dan berwarna cokelat atau hijau, gerakan janin berkurang, demam atau menggigil, detak jantung cepat, penurunan berat badan, atau merasa tidak enak badan tanpa sebab jelas.
Demikian penjelasan mengenai penyebab cairan keluar dari organ intim saat hamil dan tanda-tanda yang perlu diwaspadai. Informasi ini diharapkan dapat membantu para calon ibu menjaga kesehatan selama kehamilan.















