Jakarta – Zat besi menjadi komponen utama dalam pembentukan sel darah merah yang sehat dan berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Namun, banyak anak, terutama balita, mengalami kekurangan zat besi yang dikenal sebagai anemia atau defisiensi besi.
Anemia pada anak dapat menimbulkan gejala seperti rasa lelah, kurang energi, pusing, dan hilangnya nafsu makan. Berdasarkan laman Worcestershire Acute Hospitals NHS Trust, bayi lahir dengan cadangan zat besi yang cukup untuk bertahan hingga usia sekitar enam bulan. ASI menyediakan zat besi yang cukup selama enam bulan pertama, namun setelah itu makanan kaya zat besi perlu diberikan saat penyapihan.
Kebutuhan harian zat besi berbeda-beda sesuai usia. Healthline mencatat kebutuhan zat besi anak sebagai berikut: usia 0-6 bulan 0,27 mg per hari, 6-12 bulan 11 mg per hari, 1-3 tahun 7 mg per hari, dan 4-8 tahun 10 mg per hari.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, orang tua disarankan memberikan makanan bervariasi yang kaya zat besi. Beberapa makanan tinggi zat besi antara lain hati ayam, sapi, dan domba yang mengandung zat besi heme mudah diserap tubuh. Daging tanpa lemak seperti sapi, domba, ayam, dan kalkun juga kaya zat besi. Sayuran berdaun hijau seperti kale, brokoli, dan bayam menjadi sumber zat besi nabati yang baik.
Telur juga mengandung zat besi sekitar 1 mg per butir dan tidak perlu dibatasi karena penelitian terbaru menunjukkan konsumsi telur tidak meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Ikan dan makanan laut seperti sarden, tuna, salmon, dan makarel menyediakan zat besi heme serta asam lemak Omega-3 yang bermanfaat untuk perkembangan otak.
Selain itu, tahu dan tempe merupakan sumber zat besi nabati yang baik, dengan tempe menyediakan sekitar 11 persen nilai harian zat besi per 100 gram. Penyerapan zat besi dari tumbuhan ini lebih optimal jika dikombinasikan dengan makanan kaya vitamin C dan dimasak matang. Kismis dan buah kering seperti kurma, aprikot, dan prem juga menjadi camilan kaya zat besi.
Menurut laman University of Rochester Medical Center, agar anak mendapatkan cukup zat besi, orang tua disarankan memberikan ASI atau susu formula yang diperkaya zat besi hingga usia dua tahun. Menu makan anak sebaiknya mencakup berbagai makanan berprotein tinggi dan makanan kaya vitamin C seperti jeruk, stroberi, tomat, melon, dan brokoli untuk membantu penyerapan zat besi.
Dengan langkah-langkah tersebut, kebutuhan zat besi anak dapat terpenuhi dengan baik sehingga mencegah anemia dan mendukung tumbuh kembang optimal.















