Jakarta – Orang yang dianggap jenius sering menunjukkan perilaku yang tidak biasa dan cenderung aneh. Kebiasaan tersebut ternyata berkaitan dengan aktivitas otak mereka yang berbeda dari orang biasa.
Dua peneliti, Norman Li dari Singapore Management University dan Satoshi Kanazawa dari The London School of Economics and Political Science, mengungkapkan bahwa salah satu kebiasaan orang dengan IQ tinggi adalah senang menghabiskan waktu sendiri atau me time. Mereka juga cenderung tidak nyaman dalam keramaian.
Selain itu, orang jenius cenderung berantakan. Peneliti dari University of Minnesota menyatakan bahwa mereka yang berada dalam lingkungan berantakan menghasilkan lebih banyak ide kreatif dibandingkan di tempat yang rapi. Profesor Cornell Robert J. Stenberg menambahkan bahwa kecerdasan adalah kemampuan belajar dari pengalaman, memahami konsep abstrak, dan menggunakan pengetahuan untuk memahami lingkungan.
Studi tahun 1999 dari Cornell University menunjukkan bahwa orang yang tidak kompeten tidak mengenali ketidakmampuan diri sendiri, sehingga penilaian diri mereka meningkat. Sebaliknya, orang yang kompeten cenderung meremehkan kemampuan mereka karena menyadari banyaknya pengetahuan yang belum mereka kuasai. Dengan kata lain, orang cerdas sering mengkritik diri sendiri, bukan justru percaya diri berlebihan.
Orang jenius juga tidak cepat merasa puas dengan pencapaiannya dan senang menantang diri untuk mencoba hal-hal yang lebih ekstrem. Mereka biasanya tidak memiliki jam tidur yang banyak dan lebih suka begadang untuk melakukan hal produktif. Suasana malam yang hening dianggap ideal untuk berpikir dan merancang sesuatu.
Kebiasaan unik lainnya adalah suka berbicara sendiri, baik dalam hati maupun melalui tulisan. Kebiasaan ini ternyata dapat meningkatkan daya ingat dan memperkuat ketajaman pola pikir, sehingga bukan tanda ketidakwarasan, melainkan ciri khas orang jenius.















