3 Tips Sukses Terapkan Gentle Parenting: Tenang, Positif, dan Efektif

Ikhwan

C2e19ba151bb1a8cdb62a8e99fa4c2b3.jpg

Pola asuh gentle parenting berfokus pada pembentukan anak yang percaya diri, mandiri, dan bahagia. Pendekatan lembut ini didasarkan pada empati, rasa hormat, pengertian, serta penetapan batasan yang sehat.

Manfaat utamanya mencakup peningkatan hubungan antara orangtua dan anak. Pola pengasuhan ini mengutamakan ikatan emosional atau bonding yang kuat.

Selain itu, anak-anak yang diasuh dengan gentle parenting cenderung tumbuh menjadi pribadi yang berempati.

Untuk mencapai keberhasilan dalam menerapkan gentle parenting, orang tua dapat mengikuti beberapa tips berikut:

1. Tetap Tenang dan Positif

Orang tua diharapkan selalu menjaga ketenangan dan bersikap positif. Sebuah penelitian berjudul “Catching Kids Being Good: A Practical Guide to Positive Behavioral Interventions and Supports” menunjukkan, memuji anak empat kali lebih banyak dari umpan balik negatif dapat mendorong perubahan perilaku positif.

“Meski dalam situasi saat Anda mungkin berdebat dengan seseorang, cobalah untuk tetap tenang,” ujar dokter anak Karen Estrella, MD. “Dengan begitu, anak akan menyadari bahwa bersikap tenang lebih baik daripada berteriak atau menjerit.”

2. Rencanakan Reaksi untuk Perilaku Negatif

Sangat penting untuk merencanakan cara bereaksi terhadap situasi sebelum hal tersebut terjadi. Ini membantu orang tua menghindari sikap reaktif saat momen itu tiba.

Contohnya, saat mengajak anak berbelanja kebutuhan sehari-hari. Pikirkan respons yang akan diberikan jika anak marah karena tidak dibelikan mainan atau camilan.

Memiliki rencana yang sudah disiapkan memungkinkan orang tua untuk mengambil langkah mundur, lalu menanggapi situasi dengan tenang dan efisien.

3. Bekerja Sama sebagai Satu Tim

Ketika perilaku negatif muncul, ajukan pertanyaan reflektif kepada anak seperti, “Mengapa kamu merespons seperti ini?” atau “Apakah kamu tahu apa yang saya rasakan?” Pertanyaan ini membantu anak memahami perasaan orang tua.

Selanjutnya, orang tua dan anak dapat mendiskusikan jawaban atas pertanyaan tersebut serta konsekuensinya. Mereka juga bisa membahas apa yang menjadi pemicu bagi anak dan orang tua.

Pendekatan ini sangat berperan dalam membangun hubungan yang kuat dengan sang buah hati. Sebuah studi berjudul “Parent-Child Attachment Security and Depressive Symptoms in Early Adolescence: The Mediating Roles of Gratitude and Forgiveness” menunjukkan, saling pengertian dan pendekatan tim dalam mengasuh anak meningkatkan rasa keterikatan.

Rasa keterikatan yang lebih besar ini kemudian dikaitkan dengan penurunan gejala depresi, serta peningkatan rasa syukur dan kemampuan memaafkan di kemudian hari.

Popular Post

Mood Daily

Kamu Benar Mencintainya ? Ini Tanda Ketulusanmu !

Femalers – Perempuan yang benar tulus mencintai pasanganya memiliki cara tertentu untuk menjalin hubungan. Kesetiaan dalam suatu hubungan merupakan sesuatu ...

FashionOOTD

Nama Fashion Style yang Wajib Kamu Ketahui !

Femalers – Sejak dahulu gaya fashion merupakan trend yang paling cepat mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Dari tahun ke tahun ...

BeautyMake Up

Eyelash Extension dan Eyelash Lifting? Apa Bedanya?

Femalers – Setiap wanita pasti ingin mempunyai bulu mata yang tebal dan lentik. Berkembanglah trend eyelash extension dan juga eyelash ...

KarirMahMud

Karir atau Rumah Tangga? Bagaimana Menyeimbangkan Keduanya?

Femalers – Zaman sekarang ialah zaman emansipasi wanita, yang dimana wanita dapat mengenyam pendidikan dan juga berkarir. Banyak wanita yang ...

BeautySkin Care

Kulit Kusam Bikin Muram, Atasi Dengan Cara Sederhana Ini !

Femalers – Wajah kusam disebabkan oleh berbagai hal sederhana yang sering kali terlupakan oleh banyak orang. Penyebabnya adalah kosmetik yang ...

BeautyMake Up

Kesalahan Saat Bermake-Up? Apa Saja?

Femalers – Wanita pasti ingin tampil cantik dan menarik di depan banyak orang. salah satu penunjang kecantikan wanita ialah make ...

Tinggalkan komentar