Jakarta – Hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat diturunkan dengan aktivitas sederhana seperti jalan kaki. Meski termasuk aktivitas fisik ringan, jalan kaki memiliki dampak besar dalam mengontrol tekanan darah.
Dokter spesialis penyakit dalam, Amit Saraf, menyatakan bahwa tidak perlu melakukan olahraga ekstrem untuk mendapatkan hasil. “Sebagian besar orang dewasa cukup berjalan cepat selama 30 menit per hari, minimal lima kali dalam seminggu,” ujarnya.
Menurut Dr. Amit Saraf, durasi tersebut setara dengan 150 menit per minggu, yang merupakan rekomendasi dasar untuk menjaga kesehatan jantung. “Ini sudah cukup untuk memberikan perubahan yang berarti pada tekanan darah,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa yang penting bukan hanya kecepatan, tetapi juga konsistensi dan intensitas. Jalan cepat diartikan sebagai langkah yang mampu meningkatkan detak jantung dan pernapasan, namun masih memungkinkan untuk berbicara.
Jika 30 menit terasa berat, aktivitas ini bisa dipecah menjadi beberapa sesi singkat, misalnya 10 hingga 15 menit dalam sehari. Pola ini tetap efektif selama dilakukan secara rutin.
Bagi penderita tekanan darah tinggi, peningkatan aktivitas fisik sekecil apa pun tetap memberikan manfaat. Beberapa studi menunjukkan bahwa jalan kaki secara teratur dapat menurunkan tekanan darah sistolik sekitar 4 hingga 9 mmHg.
“Seiring waktu, kebiasaan ini juga membantu melancarkan sirkulasi darah, menjaga berat badan, serta mengurangi stres, yang semuanya berkontribusi terhadap kontrol tekanan darah yang lebih baik,” jelas Dr. Saraf.
Efeknya bisa semakin optimal jika dibarengi dengan kebiasaan sederhana seperti memilih tangga dibanding lift, berjalan setelah makan, atau menyempatkan diri berjalan santai di sore hari. Aktivitas di luar ruangan, terutama di area hijau, juga dinilai mampu menekan tingkat stres.
“Memulai secara perlahan dan meningkatkan durasi secara bertahap dinilai lebih aman dibanding langsung melakukan olahraga berat,” kata dia.
Bagi orang dengan tekanan darah sangat tinggi atau memiliki riwayat penyakit jantung, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai rutinitas olahraga baru.















