Kenali Dampak Pukul Anak dan Cara Kendalikan Emosi

Meliana Gusti

ini-yang-sebenarnya-terjadi-saat-orang-tua-memukul-anak,-ketahui-cara-menahan-emosi
Ini yang Sebenarnya Terjadi saat Orang Tua Memukul Anak, Ketahui Cara Menahan Emosi

Jakarta – Sebagian orang tua masih memilih memukul anak sebagai cara mendisiplinkan, namun pola asuh ini berisiko menghambat tumbuh kembang anak, terutama dalam pembentukan kecerdasan emosional.

Pola asuh dengan hukuman fisik sudah berlangsung lama dan mungkin dialami sejak zaman dulu. Namun, seiring meningkatnya kesadaran akan kesehatan mental, metode ini menjadi perdebatan. Banyak yang menilai cara tersebut sudah ketinggalan zaman dan tidak relevan karena penelitian terbaru menunjukkan dampak negatifnya lebih besar daripada manfaatnya.

Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan hukuman fisik tidak memberikan manfaat dan justru meningkatkan risiko jangka panjang. Ahli perkembangan anak Kim Kopko menegaskan, “Memberikan pukulan kepada anak bukan solusi. Cara ini malah merugikan mereka secara fisik dan mental.”

Komite Hak Anak PBB bahkan menganggap hukuman fisik sebagai pelanggaran hak anak. Akibatnya, puluhan negara melarang orang tua memukul anak di rumah atau sekolah.

Menurut Psychology Today, anak yang sering menerima hukuman fisik berisiko mengalami berbagai dampak negatif hingga dewasa, seperti perkembangan yang tidak sesuai usia, meningkatnya kecemasan dan depresi, rendahnya rasa percaya diri, serta ketidakstabilan emosi. Anak juga kesulitan belajar dan berpotensi mengalami gangguan mental, penyalahgunaan zat, dan perilaku agresif.

Dampak buruk juga dirasakan orang tua, seperti rusaknya hubungan dengan anak, hilangnya kepercayaan, dan anak merasa takut berinteraksi.

Sebagai alternatif, pola asuh yang seimbang antara kedisiplinan, ketegasan, dan kehangatan dianjurkan. Cara mendisiplinkan tanpa kekerasan meliputi mengajarkan disiplin waktu dengan jeda istirahat (time-out), mengurangi akses gadget, memberikan pujian atas perilaku baik, menjadi contoh yang baik, serta berdiskusi dan memberi pemahaman tentang konsekuensi tindakan.

Mengendalikan emosi menjadi kunci agar orang tua tidak memukul anak. Orang tua disarankan memahami pemicu kemarahan, mengenali trauma masa lalu, tetap tenang melalui meditasi atau mindfulness, serta mengelola stres secara mandiri atau dengan bantuan profesional.

Dengan demikian, diharapkan orang tua dapat menghindari hukuman fisik dan menjaga kesehatan mental anak agar tumbuh optimal.

Popular Post

Mood Daily

Kamu Benar Mencintainya ? Ini Tanda Ketulusanmu !

Femalers – Perempuan yang benar tulus mencintai pasanganya memiliki cara tertentu untuk menjalin hubungan. Kesetiaan dalam suatu hubungan merupakan sesuatu ...

FashionOOTD

Nama Fashion Style yang Wajib Kamu Ketahui !

Femalers – Sejak dahulu gaya fashion merupakan trend yang paling cepat mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Dari tahun ke tahun ...

BeautyMake Up

Eyelash Extension dan Eyelash Lifting? Apa Bedanya?

Femalers – Setiap wanita pasti ingin mempunyai bulu mata yang tebal dan lentik. Berkembanglah trend eyelash extension dan juga eyelash ...

BeautySkin Care

Kulit Kusam Bikin Muram, Atasi Dengan Cara Sederhana Ini !

Femalers – Wajah kusam disebabkan oleh berbagai hal sederhana yang sering kali terlupakan oleh banyak orang. Penyebabnya adalah kosmetik yang ...

KarirMahMud

Karir atau Rumah Tangga? Bagaimana Menyeimbangkan Keduanya?

Femalers – Zaman sekarang ialah zaman emansipasi wanita, yang dimana wanita dapat mengenyam pendidikan dan juga berkarir. Banyak wanita yang ...

BeautyMake Up

Kesalahan Saat Bermake-Up? Apa Saja?

Femalers – Wanita pasti ingin tampil cantik dan menarik di depan banyak orang. salah satu penunjang kecantikan wanita ialah make ...

Tinggalkan komentar