Yordania – Meski Nabi Muhammad SAW wafat pada 8 Juni 632 Masehi, lebih dari 1.300 tahun lalu, ada “sahabat” dari zaman Nabi yang masih hidup hingga kini. Namun, sahabat tersebut bukan manusia, melainkan sebuah pohon besar yang berada di Gurun Safawi, dekat kota Al-Mafraq, Yordania.
Pohon yang dikenal sebagai “Pohon Sahabi” ini diyakini pernah menjadi tempat berteduh Nabi Muhammad saat masih kecil. Saat itu, Nabi Muhammad ikut dalam perjalanan dagang menuju wilayah Syam bersama pamannya, Abu Talib. Rombongan kafilah Quraisy berhenti beristirahat di bawah pohon yang berdiri sendiri di tengah gurun tandus.
Menurut riwayat yang dikutip dari situs Royal Jordanian, seorang pendeta Nasrani bernama Bahira yang tinggal di daerah tersebut melihat rombongan dari kejauhan. Bahira merasa heran karena melihat awan menaungi salah satu anggota rombongan. Ketika rombongan berhenti di bawah pohon itu, Bahira mendatangi mereka dan memperhatikan Muhammad, anak kecil dalam rombongan tersebut.
Bahira kemudian berbincang dengan Abu Talib dan memperhatikan beberapa tanda. Ia menyimpulkan bahwa anak itu kelak akan menjadi nabi dan memperingatkan Abu Talib agar menjaga Muhammad dengan baik selama perjalanan.
Pohon tersebut bernama latin Atlantic Pistachio dan disebut “Sahabi” yang berarti sahabat Nabi, sehingga dianggap sebagai saksi hidup perjalanan awal Nabi Muhammad sebelum masa kenabian. Keunikan pohon ini terletak pada lokasinya yang berdiri sendiri di tengah gurun kering tanpa pepohonan lain di sekitarnya.
Penemuan kembali pohon ini dilakukan oleh Pangeran Ghazi bin Muhammad dari Yordania. Setelah kembali dari studinya di University of Cambridge, Ghazi ditugaskan oleh pamannya, Raja Hussein, untuk bekerja di Royal Archives of Jordan. Dalam penelusuran arsip sejarah kerajaan, ia menemukan dokumen lama mengenai pohon di wilayah Safawi, Zarqa Governorate, yang terlewat saat inventarisasi situs suci pada masa Raja Abdullah I. Pohon inilah yang diyakini sebagai tempat berteduh Nabi Muhammad saat kecil.
Kini, Pohon Sahabi menjadi destinasi wisata religi di Yordania. Banyak peziarah dan wisatawan dari berbagai negara datang untuk melihat langsung pohon yang diyakini berusia lebih dari 1.400 tahun dan menjadi “sahabat” dalam perjalanan hidup Nabi Muhammad.















