Jakarta, CNBC Indonesia – Di usia 41 tahun, Cristiano Ronaldo masih mampu menunjukkan performa fisik yang prima di level tertinggi sepak bola dunia. Rahasia di balik kebugaran luar biasa sang megabintang Portugal ini terletak pada kedisiplinannya dalam menjaga pola makan yang ketat, bahkan sering disebut-sebut melampaui kebiasaan manusia pada umumnya.

Pantang Minum Susu
Giorgio Barone, mantan koki pribadi Ronaldo saat masih berseragam Manchester United, membeberkan rahasia diet sang pemain. Salah satu aturan utamanya adalah menghindari susu.

Menurut Barone, Ronaldo menganggap konsumsi susu setelah masa bayi sebagai sesuatu yang tidak alami bagi manusia. “Tidak ada susu. Manusia adalah satu-satunya hewan yang minum susu dari hewan lain. Tidak ada hewan lain yang minum susu setelah tiga bulan,” ungkap Barone seperti dikutip dari The Sun.

Ia menambahkan, “Kita menyusu dari ibu kita, seperti anjing, serigala, sapi, dan keledai. Itu normal. Setelah masa bayi, itu tidak normal. Itu bertentangan dengan alam.”

Menu Sarapan dan Pola Makan Harian
Barone menjelaskan bahwa pola makan Ronaldo sangat seimbang dengan porsi yang terukur namun kaya nutrisi. “Untuk sarapan, dia akan makan alpukat dengan kopi, telur, dan tanpa gula. Sama sekali tanpa gula,” jelasnya.

Untuk makan siang, Ronaldo biasanya mengonsumsi ayam, ikan, dan sayuran. Jika tubuhnya membutuhkan karbohidrat, ia mendapatkannya langsung dari sayuran, sehingga ia tidak perlu mengonsumsi makanan berbahan tepung seperti pasta atau roti. Sementara untuk makan malam, Ronaldo lebih memilih menu ringan berupa fillet ikan atau daging yang tetap disandingkan dengan sayuran.

Gemar Mengonsumsi Jeroan
Menariknya, Ronaldo juga memiliki kesamaan dengan bintang Manchester City, Erling Haaland, dalam hal konsumsi organ tubuh hewan. Barone menyebut bahwa jeroan, seperti hati, jantung, dan otak, adalah makanan super yang kaya nutrisi.

“Cristiano juga suka hati. Aku sangat menyukainya. Hati sangat kaya akan zat besi dan penting dalam diet, jadi untuk organ-organ tubuh, aku setuju, tetapi tidak untuk susu,” pungkas Barone.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *