Jakarta – Pemerintah Thailand resmi mengakhiri kebijakan bebas visa 60 hari bagi wisatawan asing. Keputusan ini diambil oleh kabinet Thailand pada Rabu (20/5/2026) sebagai respons atas kekhawatiran meningkatnya penyalahgunaan izin tinggal oleh warga asing.
Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Surasak Phancharoenworakul, menyatakan bahwa aturan baru akan mengembalikan skema imigrasi seperti sebelum program bebas visa 60 hari diterapkan. “Aturan ini bertujuan mengatasi dampak negatif yang muncul selama kebijakan bebas visa 60 hari, termasuk peningkatan warga asing yang tinggal lebih lama untuk menjalankan bisnis ilegal dan aktivitas kriminal,” ujarnya.
Kebijakan bebas visa 60 hari sendiri mulai diberlakukan sejak Juli 2024 untuk mendorong pemulihan sektor pariwisata pasca pandemi Covid-19. Namun, pemerintah menilai kebijakan tersebut menimbulkan dampak tak terduga.
Meski demikian, pemerintah Thailand memastikan bahwa wisatawan yang sudah berada di Thailand atau masuk sebelum aturan baru berlaku tetap dapat tinggal sesuai izin visa yang telah diberikan hingga masa berlaku habis.
Direktur Jenderal Departemen Urusan Konsuler Kementerian Luar Negeri Thailand, Mungkorn Pratoomkaew, menjelaskan bahwa aturan baru akan mulai berlaku 15 hari setelah diumumkan resmi dalam Royal Gazette atau lembar negara Thailand.
Dalam aturan terbaru, fasilitas bebas visa 60 hari dicabut untuk seluruh 93 negara dan wilayah yang sebelumnya mendapat fasilitas tersebut.
Namun, wisatawan Indonesia masih termasuk negara yang memperoleh fasilitas bebas visa 30 hari untuk masuk ke Thailand. Selain Indonesia, fasilitas serupa juga berlaku bagi sejumlah negara lain seperti Jepang, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Australia, Inggris, Prancis, Jerman, hingga Amerika Serikat.
Thailand juga menetapkan skema bebas visa 15 hari untuk beberapa negara tertentu serta menyederhanakan sistem visa on arrival. Untuk visa on arrival, jumlah negara yang berhak mendapat fasilitas tersebut dipangkas dari sebelumnya 31 negara menjadi hanya empat negara, yakni Azerbaijan, Belarus, Serbia, dan India.
Beberapa negara tetap memiliki pengaturan khusus melalui perjanjian bilateral dengan Thailand. Misalnya, China, Rusia, Vietnam, dan Laos masih memperoleh bebas visa 30 hari, sedangkan Korea Selatan bersama Argentina, Brasil, Chile, dan Peru tetap mendapat bebas visa 90 hari.
Pemerintah Thailand juga mengungkapkan bahwa jumlah wisatawan asing masih mengalami penurunan. Per 17 Mei 2026, jumlah kedatangan turis asing tercatat turun 3,3% dibanding periode sama tahun lalu menjadi 12,9 juta wisatawan.
Sepanjang 2025, total wisatawan asing ke Thailand turun 7% menjadi 33 juta orang. Dewan Pengembangan Ekonomi dan Sosial Nasional Thailand memperkirakan angka itu kembali turun menjadi 32 juta wisatawan pada tahun ini.
Pemerintah Thailand menyatakan bahwa kebijakan visa baru akan mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari keamanan, asas timbal balik antarnegara, hingga dampak ekonomi ke depan.















