Jakarta – Seorang desainer asal Belgia, Benjamin Bortmans, pendiri label fesyen Judassime, menuduh tim Jisoo Blackpink belum mengembalikan gaun yang dipinjamkan untuk pemotretan album.
Mengutip laporan Korea Herald, Bortmans awalnya membuat video di Instagram yang mengklaim beberapa pakaian yang dikirim ke Korea Selatan untuk pemotretan cover album Jisoo belum dikembalikan selama lebih dari enam bulan.
Kontroversi ini bermula ketika Bortmans menyebut beberapa barang dari koleksinya sebagai “barang arsip penting” yang belum dikembalikan meski sudah berulang kali menghubungi pihak terkait. “Enam bulan lalu, saya mengirimkan beberapa barang untuk proyek cover album Jisoo,” ujarnya dalam video yang kemudian dihapus. “Beberapa di antaranya adalah barang arsip yang sangat penting dan sangat mahal.”
Akun media sosial resmi Judassime juga menandai akun Jisoo dalam unggahan yang menuntut pengembalian gaun tersebut. Bortmans mengklaim telah mengirimkan faktur dan kontrak terkait barang-barang itu sebagai persiapan kemungkinan tindakan hukum.
Dalam video lanjutan yang diunggah pada Rabu, Bortmans menyampaikan bahwa ia telah menerima kabar masalah tersebut sedang dalam proses penyelesaian.
Namun, setelah video lanjutan itu diunggah, banyak warganet mengkritik Bortmans karena dianggap menyalahkan Jisoo atas masalah yang mungkin bukan tanggung jawabnya secara langsung. Menanggapi hal ini, Bortmans menegaskan, “Saya tidak pernah menyerang Jisoo. Saya memasukkan namanya di judul video untuk mendapatkan respons dari timnya. Saya menggunakan namanya karena itu bagian dari proses syuting dan namanya ada di mana-mana di semua email dan dokumen.”















