Jakarta – Tanaman hias indoor dapat membuat ruangan terasa lebih segar, cantik, dan hidup. Namun, tidak semua tanaman membutuhkan sinar matahari berlimpah untuk tumbuh subur. Beberapa jenis tanaman justru mampu bertahan di area dengan cahaya minim sehingga cocok untuk rumah mungil, apartemen, atau ruangan dengan jendela terbatas.
Mengutip Better Homes and Gardens, banyak tanaman indoor rendah cahaya yang tetap mudah dirawat dan bisa mempercantik rumah tanpa perawatan rumit. Berikut daftar tanaman hias indoor yang tidak membutuhkan banyak sinar matahari:
- Devil’s ivy (Pothos epipremnum) menjadi salah satu tanaman indoor favorit karena sangat mudah dirawat. Tanaman ini dapat tumbuh subur meski minim perhatian dan mudah diperbanyak. Daunnya yang menjuntai cocok dijadikan dekorasi rak atau sudut ruangan. Penyiraman cukup dilakukan ketika bagian atas tanah mulai mengering, biasanya seminggu sekali.
- Lady palm (Raphis) cocok untuk menambah kesan elegan sekaligus memberikan aksen tinggi pada ruangan. Tanaman ini tumbuh lambat dan hanya membutuhkan penyiraman sekitar seminggu sekali. Lady palm menyukai tanah dengan drainase baik dan lebih cocok ditempatkan jauh dari sinar matahari langsung.
- Cast iron plant (Aspidistra) dikenal sangat kuat dan tahan banting. Tanaman ini nyaris tidak bisa mati sehingga cocok bagi pemula yang sering lupa merawat tanaman. Aspidistra mampu bertahan dalam cuaca panas maupun dingin dan tidak membutuhkan banyak cahaya.
- Peace lily populer karena memiliki bunga putih cantik dan mampu membantu menyaring udara di dalam ruangan. Tanaman ini cocok untuk area teduh dengan pencahayaan minim dan hanya perlu disiram saat tanah mulai mengering.
- Rubber plant memiliki daun gelap dengan tunas muda berwarna merah muda yang memberi kesan dramatis pada interior rumah. Tanaman ini menyukai ruangan terang tanpa paparan matahari langsung dan penyiraman dilakukan seminggu hingga dua minggu sekali.
- Silver snake plant dikenal sangat kuat dan tahan di berbagai kondisi ruangan. Tanaman ini hanya membutuhkan penyiraman setiap tiga hingga empat minggu sekali dan tidak menyukai air berlebih.
- Philodendron populer karena bentuk daunnya yang cantik dan mudah tumbuh. Tanaman ini cocok untuk ruangan terang dengan cahaya tidak langsung. Penyiraman dilakukan saat tanah terasa kering.
- Maidenhair fern (Adiantum) memiliki daun kecil lembut yang memberi kesan segar dan ringan pada ruangan. Tanaman ini cukup sensitif dan menyukai tempat hangat dengan cahaya tidak langsung serta tanah yang lembap dan kaya bahan organik.
- Monstera populer berkat bentuk daunnya yang berlubang unik. Tanaman ini tetap dapat tumbuh di area minim cahaya dan menyukai cahaya terang tidak langsung atau area teduh.
- Umbrella tree termasuk tanaman rendah perawatan yang dapat tumbuh cukup tinggi di dalam rumah. Tanaman ini masih bisa tumbuh di area minim cahaya dan penyiraman dilakukan setelah tanah benar-benar kering.
- Weeping Fig (Ficus benjamina) dikenal sebagai tanaman indoor dengan tampilan elegan dan daun yang rimbun. Tanaman ini cukup toleran terhadap cahaya rendah selama tanahnya tidak dibiarkan terlalu kering.
- Dracaena sangat mudah dirawat dan bisa tumbuh hingga setinggi 3 kaki di dalam ruangan. Tanaman ini tumbuh di hampir semua kondisi pencahayaan.
- Aglaonema atau sri rezeki terkenal tahan di ruangan minim cahaya. Corak daunnya yang beragam membuat tanaman ini sering dijadikan dekorasi rumah modern.
- Parlor palm memiliki tampilan tropis yang elegan dan cocok untuk mempercantik ruang tamu maupun kamar tidur. Tanaman ini cukup tahan terhadap kondisi cahaya rendah dan hanya membutuhkan penyiraman saat tanah mulai mengering.
- Chinese evergreen terkenal tahan banting dan mudah dirawat. Tanaman ini dapat tumbuh baik di area dengan pencahayaan rendah hingga sedang dan penyiraman dilakukan ketika permukaan tanah mulai kering.
Pemilihan tanaman hias indoor sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi rumah. Pastikan juga tanaman aman dari jangkauan anak-anak.















