Jakarta – Menurut jutawan dan pembawa acara serial Netflix How To Get Rich, Ramit Sethi, cara pandang terhadap uang sering menjadi penghalang terbesar dalam membangun kekayaan, bukan hanya besar kecilnya penghasilan seseorang.
Sethi mengungkapkan ada tiga pola pikir beracun atau toxic money beliefs yang kerap membuat seseorang sulit mencapai kebebasan finansial. Ia menegaskan bahwa membangun kekayaan membutuhkan waktu dan konsistensi. “Pembentukan kekayaan yang sesungguhnya membutuhkan waktu. Prosesnya membosankan, sistematis, dan dilakukan secara konsisten,” ujarnya.
Berikut tiga pola pikir soal uang yang sebaiknya dihindari:
Pertama, menganggap uang sebagai topik tabu. Sethi mengatakan banyak orang tumbuh di lingkungan yang jarang membicarakan uang, padahal kebiasaan ini dapat menghambat pengelolaan keuangan. Ia menilai keluarga yang sehat secara finansial biasanya menjadikan uang sebagai topik diskusi sehari-hari, seperti membicarakan pola makan sehat. “Membicarakan uang adalah hal positif. Misalnya berdiskusi soal tabungan, pengeluaran, atau tujuan keuangan bersama pasangan maupun keluarga,” jelasnya.
Kedua, terjebak pola pikir yang ditanamkan sejak kecil. Sethi menyebutkan bahwa keyakinan tentang uang yang diterima sejak masa kecil tanpa dipertanyakan dapat membentuk kebiasaan finansial yang kurang sehat. Dalam podcast-nya, ia sering menanyakan kalimat yang paling sering didengar orang terkait uang saat tumbuh dewasa, salah satunya “Kita tidak mampu membelinya.” Keyakinan ini bisa terbawa hingga dewasa dan membuat seseorang merasa bersalah saat mengeluarkan uang untuk kebutuhan sederhana. “Banyak orang tidak menyadari hubungan antara keyakinan masa kecil dan kebiasaan finansial mereka saat ini,” katanya. Ia menyarankan agar seseorang mengidentifikasi dan mengevaluasi kembali keyakinan tersebut.
Ketiga, mengira investasi hanya untuk orang kaya. Sethi menegaskan bahwa investasi justru merupakan salah satu cara utama untuk membangun kekayaan. “Anda menjadi kaya dengan berinvestasi. Bahkan jika hanya bisa menyisihkan US$20 per bulan, itulah cara untuk memulai,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kebiasaan berinvestasi secara otomatis dan rutin dapat mengubah kondisi ekonomi seseorang dan keluarganya dalam jangka panjang.
Sethi mengakui proses membangun kekayaan tidak memberikan hasil instan, namun prinsipnya mirip dengan membangun kebugaran tubuh atau mempelajari bahasa baru, yaitu membutuhkan latihan konsisten dari waktu ke waktu. “Sedikit demi sedikit menjadi lebih baik setiap hari. Itulah inti dari membangun kekayaan,” tutupnya.















