Hong Kong – Lima kasus baru Mpox atau cacar monyet ditemukan terkait dengan sebuah fasilitas sauna ramah LGBTQ+ di Hong Kong. Pusat Perlindungan Kesehatan (CHP) Departemen Kesehatan Hong Kong memperketat pengawasan setelah temuan tersebut.
Menurut South China Morning Post, seluruh pasien diketahui melakukan aktivitas berisiko tinggi dengan orang asing di klub Hu-Tong yang berlokasi di Mong Kok. Klub ini telah ditutup sementara sejak 26 Mei untuk investigasi.
Sejak 2022, Hong Kong mencatat 90 kasus Mpox, terdiri dari 73 kasus lokal dan 17 kasus impor, semuanya melibatkan pasien pria. Petugas kesehatan menyatakan sebagian besar kasus berhubungan dengan perilaku seksual berisiko tinggi, termasuk hubungan seks tanpa pengaman dengan orang asing.
Pihak berwenang mengonfirmasi pelacakan kontak skala besar sedang dilakukan untuk memetakan rantai penularan dan mencegah penyebaran lebih luas di masyarakat. CHP menyebut kelima kasus tersebut, termasuk dua kasus yang sebelumnya dilaporkan oleh otoritas China daratan, semuanya terlibat dalam aktivitas berisiko tinggi di klub Hu-Tong di Jalan Shanghai.
Kasus terbaru melibatkan seorang pria berusia 58 tahun yang mengunjungi klub pada 23 Mei dan mengalami ruam di tubuh bagian bawah pada awal Juni. Setelah pemeriksaan medis, ia dinyatakan positif Mpox dan kini dirawat dalam kondisi stabil di rumah sakit setempat.
Klub Hu-Tong yang relatif tersembunyi mengharuskan tamu membunyikan bel pintu sebelum masuk untuk menjamin privasi dan keamanan. Tempat ini juga dikenal dengan standar kebersihan yang tinggi. Petugas kesehatan telah menghubungi lebih dari 300 orang yang mengunjungi klub tersebut untuk pengawasan medis.
CHP bersama Yayasan AIDS Hong Kong meluncurkan program penyuluhan vaksinasi Mpox di pusat layanan organisasi di Mong Kok, yang berlangsung hingga 17 Juni. Kelompok berisiko tinggi, khususnya pria yang berhubungan seks dengan pria, dapat membuat janji temu melalui situs web organisasi tersebut.
Mpox, yang sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet, umumnya tidak menular melalui tetesan pernapasan atau kontak sosial biasa. Masyarakat disarankan menghindari kontak fisik dekat dengan kasus yang dicurigai dan segera mencari perhatian medis jika muncul gejala seperti ruam, demam, atau pembengkakan kelenjar getah bening. Departemen Kesehatan menyediakan vaksinasi sukarela untuk kelompok berisiko tinggi guna mencegah infeksi dan penyakit parah.















