Jakarta – Asam lambung yang naik atau refluks asam menjadi gangguan pencernaan yang sering dialami banyak orang. Kondisi ini terjadi ketika cairan asam dari lambung naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.
Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari hingga memicu komplikasi pada saluran cerna. Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda asam lambung sejak dini sangat penting agar kondisi tidak semakin parah.
Ciri-ciri asam lambung naik antara lain:
- Heartburn atau rasa terbakar di dada. Sensasi panas atau terbakar ini terjadi pada dada bagian tengah dan bisa menyebar dari perut hingga ke leher atau punggung. Selain panas, ada juga sensasi seperti ditusuk-tusuk jarum. Heartburn umumnya terjadi setelah makan, berbaring, dan saat membungkuk. Jaringan di sepanjang kerongkongan bisa mengalami iritasi akibat paparan cairan asam.
- Rasa mual. Mual bahkan rasa ingin muntah menjadi salah satu ciri asam lambung. Dalam beberapa kasus, asam lambung naik bisa menyebabkan muntah cairan bening atau kuning yang terasa sangat pahit. Rasa mual ini terjadi akibat nyeri hebat pada lambung dan ulu hati.
- Sakit tenggorokan. Asam lambung yang naik ke kerongkongan dapat menyebabkan iritasi tenggorokan. Penderita yang sering mengalami GERD menunjukkan dinding tenggorokan berwarna merah, suara serak, dan sensasi benjolan pada tenggorokan.
- Perut kembung. Makanan yang mengendap di sistem pencernaan dan tidak langsung tercerna menyebabkan produksi gas meningkat, menimbulkan rasa perut kembung setelah makan. Jika dibiarkan, dapat menimbulkan ciri asam lambung naik lain yang berbahaya.
- Sendawa. Perut yang terasa penuh mengeluarkan gas dalam bentuk sendawa. Perut kembung dan sendawa juga bisa berkaitan dengan peradangan pada lapisan lambung yang disebabkan oleh bakteri H. Pylori.
- Napas bau. Napas dengan aroma tidak sedap bisa menjadi pertanda asam lambung naik karena pergerakan isi lambung ke kerongkongan.
- Rasa asam di mulut. Asam lambung yang naik ke kerongkongan menimbulkan rasa asam di mulut, disertai sensasi panas seperti terbakar pada tenggorokan.
Untuk mencegah asam lambung naik, disarankan:
- Memenuhi berat badan ideal
- Makan dengan porsi kecil tetapi lebih sering
- Makan 2-3 jam sebelum tidur
- Duduk tegak saat makan
- Tidak langsung tiduran setelah makan
- Membatasi asupan cokelat
- Menghindari makanan berlemak, asam, dan pedas
- Mengurangi minuman berkarbonasi
- Berhenti merokok
- Tidur dengan kepala lebih tinggi dari badan
- Tidur di kursi saat tidur siang
- Mengatur pola makan dan berolahraga
- Rutin mengonsumsi buah-buahan seperti pepaya, apel, pisang, melon, dan air kelapa yang baik untuk mencegah asam lambung naik.















