Jakarta – Generasi Z atau Gen Z masih sangat bergantung pada orang tua dalam mencari pekerjaan. Sebagian dari mereka bahkan mengajak orang tua saat menjalani wawancara kerja.
Survei terbaru McKinsey yang dikutip Forbes mengungkapkan, 70% Gen Z mengaku meminta bantuan orang tua dalam mencari pekerjaan. Dari mereka yang berhasil mendapatkan pekerjaan penuh waktu, 83% menyatakan bimbingan orang tua berperan penting.
Gen Z, yang lahir antara 1997 hingga 2012, kini mewakili sekitar 32% populasi dunia. McKinsey mencatat, kelompok ini diperkirakan akan menyumbang 27% tenaga kerja global pada tahun depan.
Survei juga menunjukkan keterlibatan orang tua dalam proses rekrutmen cukup besar. Sekitar 27% responden pernah ditemani orang tua saat wawancara kerja langsung. Hampir 30% mengatakan orang tua ikut masuk ke ruang wawancara bersama mereka. Dalam dua dari setiap 10 kasus, orang tua memperkenalkan diri langsung kepada manajer perekrutan.
Selain itu, satu dari 10 pencari kerja Gen Z membiarkan orang tuanya menjalani panggilan penyaringan awal dari tim HR. Satu dari delapan responden mengatakan resume atau CV mereka dibuat sepenuhnya oleh orang tua.
Ibu menjadi sosok yang paling banyak membantu dalam pencarian kerja, dengan 76% Gen Z mengaku mendapat bantuan dari ibu, sedangkan 45% menerima bantuan dari ayah.
Pada wawancara kerja virtual, keterlibatan orang tua juga tinggi. Sebanyak 71% responden mengatakan orang tua hadir di ruangan yang sama meski di luar kamera, dan hampir 30% orang tua terlihat di kamera saat wawancara berlangsung. Ketika orang tua muncul di depan kamera, kemungkinan hingga 85% mereka berbicara langsung kepada perekrut.
Meski demikian, sejumlah pengamat menilai fenomena ini tidak sepenuhnya mencerminkan kurangnya kesempatan kerja bagi Gen Z. Direktur Senior Kebijakan Ekonomi Center for American Progress, Brendan Duke, mengatakan kondisi ekonomi saat ini justru menguntungkan pekerja muda. “Ini adalah ekonomi terbaik yang pernah dilihat pekerja muda dalam ingatan banyak orang,” ujarnya.
Duke menambahkan, kenaikan upah pekerja muda dalam beberapa tahun terakhir melampaui tingkat inflasi dan tumbuh lebih cepat dibanding kelompok usia lain.
Penulis Forbes, Chris Westfall, menilai tidak ada yang salah dengan meminta dukungan orang tua saat mencari pekerjaan. Namun, kemampuan mandiri juga penting dimiliki pencari kerja muda. “Pertanyaan sebenarnya adalah, setelah mendapatkan pekerjaan, kepada siapa Anda bisa bergantung untuk mempertahankannya? Jawabannya selalu diri sendiri,” tulisnya.
Westfall menegaskan, perusahaan kini semakin menghargai kemampuan berpikir mandiri, inisiatif, dan kecakapan memecahkan masalah. Bantuan orang tua dapat menjadi nilai tambah selama pencarian kerja, tetapi kesuksesan mempertahankan karier tetap bergantung pada kemampuan individu.















