Jakarta – Di tengah tren perawatan kulit malam yang marak di kalangan masyarakat urban Indonesia, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menunjukkan fakta mengejutkan. Hanya 27,8% masyarakat Indonesia yang rutin menyikat gigi sebelum tidur.
Menurut Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), kebiasaan melewatkan sikat gigi malam hari berpotensi menimbulkan masalah kesehatan serius. Saat tidur, produksi air liur menurun drastis sehingga bakteri berkembang pesat di rongga mulut. Sisa makanan dan minuman manis yang tertinggal dapat memicu pembentukan plak, pengikisan enamel, hingga gigi berlubang.
Data Global Oral Health Status Report (2022) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan pengobatan dan perawatan kesehatan gigi sebagai biaya kesehatan terbesar ketiga di dunia, mencapai US$ 100,87 miliar, setelah diabetes dan penyakit kardiovaskular. PDGI menilai kelalaian kecil ini berkontribusi pada melonjaknya biaya pengobatan kuratif di klinik gigi.
Kabar baiknya, pencegahan pembengkakan biaya medis dapat dilakukan dengan perawatan yang mengandung bahan antiseptik seperti Domiphen Bromide. Bahan ini mampu mensterilkan bakteri dan dikombinasikan dengan sodium carbonate yang menjaga keseimbangan pH rongga mulut hingga delapan jam, sesuai durasi tidur orang dewasa.
Kedua bahan tersebut terdapat dalam produk usmile Strength White yang diluncurkan pada 22 Juni 2026. Produk ini dirancang sebagai solusi perawatan mulut menyeluruh, ideal digunakan pagi dan siang hari sekaligus memberikan perlindungan maksimal di malam hari.
Produk ini juga mengandung 3in1 Pro White yang memadukan Baking Soda dan Calcium Carbonate untuk mengangkat noda kuning akibat konsumsi kopi, teh, dan rokok. Setelah noda hilang, enamel gigi dilapisi Tetrasodium Pyrophosphate agar noda tidak mudah menempel kembali.
Country Manager usmile Indonesia & Malaysia, Michelle, menyatakan, “Kehadiran produk terbaru ini merupakan wujud nyata dari brand value usmile, yakni Prevention over Treatment. Nilai ini semakin disadari konsumen, tercermin dari pertumbuhan penjualan usmile yang konsisten. Setelah lonjakan penjualan 182% pada Ramadan 2026, penjualan di April meningkat 20%, dan produk Optical White menjadi top produk oral care di TikTok Shop pada minggu kedua Juni 2026.”
Pertumbuhan bisnis ini menjadi peluang penting di tengah tekanan ekonomi pertengahan Juni 2026. Pelemahan nilai tukar Rupiah hingga Rp18.200/USD dan anjloknya IHSG di bawah 5.400 berdampak pada daya beli masyarakat.
Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat penyusutan kelas menengah dari 57 juta jiwa (21,4% pada 2019) menjadi 47 juta jiwa (17% pada 2024). Mengantisipasi kondisi ini, usmile membuka peluang kemitraan melalui affiliate marketing sebagai jaring pengaman finansial bagi masyarakat usia produktif untuk mendapatkan pendapatan tambahan.















