Jakarta – Menjelang persalinan, banyak ibu hamil mulai belajar cara memerah kolostrum dengan tangan. Kolostrum adalah air susu ibu (ASI) pertama yang diproduksi tubuh dan memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan bayi sejak awal kehidupannya.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa memerah kolostrum sebelum bayi lahir dapat membantu menyiapkan cadangan ASI untuk kondisi tertentu. Selain itu, memerah kolostrum dengan tangan sering menjadi pilihan dibanding menggunakan pompa ASI.
Menurut NHS dan Australian Breastfeeding Association, kolostrum memiliki tekstur lebih kental dibanding ASI matang dan jumlahnya masih sedikit sehingga sulit terkumpul dengan pompa ASI.
Kolostrum mulai dihasilkan sekitar minggu ke-16 kehamilan di kelenjar susu dan berfungsi membangun sistem kekebalan bayi. Cairan berwarna kekuningan ini kaya protein, antibodi, vitamin, dan faktor kekebalan yang membantu usus bayi mengembangkan bakteri sehat untuk melindungi dari alergi dan penyakit.
Sebuah studi besar di Australia (studi DAME) menemukan bahwa perempuan dengan diabetes dan kehamilan berisiko rendah dapat memerah kolostrum di akhir kehamilan dengan aman tanpa membahayakan bayi. Beberapa ibu yang baru pertama kali melahirkan dan memerah kolostrum cenderung tidak membutuhkan susu formula dalam 24 jam pertama setelah lahir.
Memerah kolostrum antenatal, yaitu mengumpulkan dan membekukan kolostrum saat masih hamil, dapat dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter atau bidan. Proses ini berguna untuk menyiapkan cadangan kolostrum jika bayi membutuhkan tambahan asupan pada hari-hari pertama kehidupannya, sehingga dapat mengurangi penggunaan susu formula.
Dokter atau bidan biasanya menyarankan memerah kolostrum sebelum kelahiran jika ibu hamil menderita diabetes selama kehamilan atau jika bayi memiliki kondisi yang menyulitkan pemberian ASI, seperti bibir sumbing, langit-langit mulut sumbing, atau kondisi jantung dan neurologis tertentu.
Manfaat memerah kolostrum sebelum persalinan antara lain menyediakan cadangan kolostrum, membantu menjaga kadar gula darah bayi dari ibu dengan diabetes, mengurangi kebutuhan susu formula, meningkatkan kepercayaan diri ibu saat menyusui, dan menjadi alternatif jika bayi mengalami kesulitan menyusu pada hari-hari pertama.
Teknik memerah kolostrum dengan tangan meliputi mencuci tangan, mencari tempat nyaman, memijat payudara secara lembut, membentuk jari seperti huruf C di sekitar areola, menekan perlahan dan berirama, menunggu kolostrum muncul, memindahkan posisi jari, mengulangi pada payudara lainnya, dan mengumpulkan setiap tetes kolostrum dengan wadah steril.
Jumlah kolostrum yang sedikit saat pertama kali memerah adalah hal normal dan tidak menunjukkan masalah produksi ASI setelah bayi lahir. Dengan latihan dan stimulasi yang tepat, ibu akan semakin terbiasa melakukan teknik perah tangan.
Ibu yang berencana memerah kolostrum sebelum persalinan disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau bidan agar proses ini aman dan efektif dalam menyiapkan kebutuhan ASI bayi sejak hari-hari pertama kehidupannya.















