Jakarta – Rasa insecure atau ketidakpastian terhadap diri sendiri mungkin tidak selalu tampak secara langsung. Namun, beberapa kebiasaan sehari-hari bisa membuat seseorang terlihat insecure di mata orang lain.
Psikolog menjelaskan bahwa sikap-sikap tersebut tidak selalu negatif karena sering kali muncul sebagai bentuk perlindungan diri atau keinginan untuk diterima oleh lingkungan sekitar. Namun, jika rasa insecure terus-menerus muncul, hal itu dapat memengaruhi penilaian orang lain terhadap kepercayaan diri dan karakter seseorang, sehingga orang lain enggan berinteraksi.
Menurut psikolog Dr. Jenny Shields, kebiasaan terus-menerus meminta maaf untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dapat menandakan keyakinan bahwa kehadiran kita adalah ketidaknyamanan. “Kebiasaan ini secara tidak sengaja melatih orang lain untuk menganggap kontribusi kita kurang penting, yang membuat kita tampak tidak percaya diri tanpa disadari,” ujarnya.
Selain itu, terlalu banyak menjelaskan tentang diri sendiri juga menjadi tanda insecurity. Shields mencontohkan, “Ketika menolak undangan, orang yang insecure memberikan jawaban panjang selama lima menit tentang kewajiban yang bertentangan, alih-alih mengatakan, ‘Saya tidak bisa datang, tetapi terima kasih telah mengundang saya!’ Itu memberikan kesan ketidakpastian.”
Orang yang insecure juga suka bersembunyi di balik humor, bahkan merendahkan diri sendiri untuk menutupi rasa tidak percaya diri. Shields menyebutkan, “Menggunakan lelucon sebagai tameng terhadap kedalaman emosional adalah mekanisme pertahanan klasik yang mengkomunikasikan ketidaknyamanan dengan ketulusan.”
Sikap suka mencari kepastian juga sering muncul. Shields mengatakan, “Terus-menerus mencari validasi seperti bertanya, ‘Apakah itu baik-baik saja?’ mengalihkan tanggung jawab harga diri kepada orang lain dan membuat mereka merasa bertanggung jawab.”
Psikolog Lisa Larsen menambahkan, perilaku menghindari obrolan menunjukkan kurangnya kepercayaan diri di lingkungan luas seperti tempat kerja atau sekolah. “Mereka mungkin takut akan konsekuensi jika berbicara, yang menunjukkan kurangnya ketegasan dan harga diri,” katanya.
Bahasa tubuh yang tampak gugup juga menjadi tanda insecurity. Shields menjelaskan, “Membungkuk, gelisah, atau menyilangkan tangan adalah cara menjauh dari situasi dan dapat merusak kepercayaan diri.”
Terlalu mudah menyetujui sesuatu tanpa menawarkan pendapat sendiri juga bisa menunjukkan insecurity. Psikolog Dr. Caitlin Slavens menyatakan, “Kebiasaan ini membuat kita tampak tidak peduli atau tidak percaya diri dengan pendapat sendiri.”
Selain itu, mengimbangi dengan pamer juga bukan tanda percaya diri. Shields mengungkapkan, “Upaya membuktikan nilai diri dengan daftar prestasi sering menjadi bumerang karena menandakan ketakutan tidak dihargai tanpa hal tersebut.”
Terakhir, orang yang insecure cenderung mengalihkan pujian kepada orang lain. Larsen mengatakan, “Menghindari pujian dapat menunjukkan rasa tidak aman tanpa disadari, mungkin karena pengalaman buruk terkait iri hati.”
Demikian sembilan kebiasaan yang membuat seseorang terlihat insecure tanpa sadar menurut psikolog. Informasi ini diharapkan dapat membantu memahami dan mengatasi rasa insecure.















