Berikut adalah penulisan ulang artikel tersebut agar lebih menarik dengan tetap mempertahankan gaya bahasa dan informasi aslinya:
Rayakan Hari Kartini, Wapres Gibran Ajak 100 Mama-Mama Papua Belanja Kebutuhan Pokok di Sorong
Sorong, CNBC Indonesia – Momen peringatan Hari Kartini pada 21 April 2026 di Kota Sorong, Papua Barat, terasa begitu istimewa. Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengisi kunjungan kerjanya dengan aksi sosial yang hangat: mengajak 100 mama-mama Papua berbelanja kebutuhan pokok di sebuah supermarket lokal.
Tampil khas dengan mahkota cendrawasih, Wapres Gibran menyapa langsung para ibu yang hadir. Setiap mama-mama Papua dibekali voucher senilai Rp500 ribu untuk dibelanjakan sesuai kebutuhan rumah tangga mereka.
Suasana di supermarket pun menjadi cair dan penuh keakraban. Saat berdialog dengan salah satu warga, Wapres Gibran bahkan sempat melontarkan candaan agar mereka tidak ragu mengambil lebih banyak barang. “Belanja ini saja?” tanya Wapres. “Itu ada beras ambil lagi, belanjanya kurang banyak,” tambahnya dengan ramah.
Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah keceriaan Marlina, seorang mama Papua yang telah memasuki usia senja. Mengenakan batik merah muda bermotif khas Papua, ia tampak bersemangat memenuhi keranjang belanjaannya dengan susu, minyak goreng, hingga bumbu dapur. Kegembiraannya memuncak saat ia berkesempatan bersalaman langsung dengan Wapres Gibran, yang disambutnya dengan tarian kecil penuh sukacita.
Kegiatan ini bukan sekadar aksi berbagi, melainkan bentuk apresiasi terhadap peran besar mama-mama Papua. Di berbagai pelosok Papua, mereka adalah simbol kemandirian ekonomi. Melalui aktivitas berdagang di pasar, menjual hasil kebun, ikan, hingga noken dan produk lokal lainnya, para perempuan ini menjadi pilar utama yang menopang ekonomi keluarga di sektor informal.
Semangat kemandirian ini selaras dengan esensi Hari Kartini. Jika dahulu Kartini berjuang membuka akses pendidikan bagi perempuan, maka hari ini, mama-mama Papua menunjukkan emansipasi nyata melalui perjuangan di ruang ekonomi. Mereka membuktikan diri sebagai sosok tangguh yang menjaga keberlangsungan keluarga sekaligus menjadi penggerak ekonomi lokal yang tak tergantikan.











