Berikut adalah penulisan ulang artikel tersebut agar lebih menarik dengan tetap mempertahankan gaya bahasa dan informasi aslinya:
Jangan Sepelekan Nyeri Lutut dan Panggul di Usia Produktif, Ini Penjelasan Ahli
Jakarta, CNBC Indonesia – Keluhan nyeri pada lutut dan panggul ternyata tidak hanya menjadi masalah bagi mereka yang berusia di atas 40 tahun. Gangguan ini kini mulai menghantui kelompok usia produktif, terutama bagi mereka yang aktif berolahraga, memiliki riwayat cedera, atau sering melakukan aktivitas fisik berat.
Pemicu utamanya sering kali berasal dari gerakan berulang yang memberikan tekanan berlebih pada sendi. Jika kondisi ini terjadi secara terus-menerus, sebaiknya jangan dianggap sepele karena bisa menjadi sinyal awal adanya gangguan sendi yang lebih serius.
Dokter Sunaryo Kusumo, M.Kes., Sp.OT(K), dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, menjelaskan bahwa lutut dan panggul adalah dua sendi vital yang menjadi penopang utama tubuh. Keduanya berperan krusial dalam menunjang aktivitas sehari-hari, mulai dari berjalan, berdiri, naik turun tangga, hingga berolahraga.
“Karena keduanya selalu digunakan, gangguan struktural atau fungsional pada sendi ini dapat menimbulkan nyeri, keterbatasan gerak, dan bila berlangsung lama, secara signifikan memengaruhi kualitas hidup seseorang,” tuturnya, Selasa (21/4/2026).
Pada tahap awal, gejala yang muncul sering kali terasa ringan, seperti rasa tidak nyaman saat berjalan jauh atau nyeri setelah melakukan aktivitas tertentu. Sayangnya, banyak orang cenderung mengabaikan gejala ini dan menunda pemeriksaan medis karena khawatir harus menjalani operasi. Padahal, tidak semua kasus nyeri sendi memerlukan tindakan pembedahan.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, dokter spesialis ortopedi ini menegaskan bahwa dalam banyak kasus, nyeri sendi dapat ditangani melalui terapi konservatif. Penanganan ini meliputi fisioterapi, latihan penguatan otot, manajemen berat badan, hingga penggunaan obat anti-nyeri.











