Jakarta – Selain gol-gol spektakuler, warna sepatu para pemain menjadi sorotan di Piala Dunia 2026. Di berbagai stadion di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, warna merah muda cerah atau fuchsia mendominasi lapangan, sehingga turnamen ini dijuluki Piala Dunia Fuchsia.
Banyak pemain seperti Erling Haaland, Harry Kane, Kylian Mbappe, dan Vinicius Junior tampil dengan sepatu berwarna pink menyala yang kontras dengan rumput hijau. Tren ini terlihat hampir di setiap pertandingan fase grup, dengan pemain mengenakan alas kaki bernuansa fuchsia, hot pink, hingga neon pink.
Suasana ini sudah terasa sejak pertandingan pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan, di mana hampir semua dari 22 pemain inti kedua tim mengenakan sepatu merah muda saat melangkah ke lapangan Estadio Azteca.
Para produsen perlengkapan sepak bola seperti Adidas, Nike, Puma, New Balance, dan Skechers meluncurkan lini sepatu baru menjelang turnamen. Kepala produk sepak bola New Balance, Rob Sheldon, mengatakan, “Mengapa begitu banyak produsen perlengkapan sepak bola secara bersamaan berkomitmen pada warna pink tidak diketahui alasannya secara pasti.”
Para desainer dan pakar pemasaran olahraga menilai warna cerah seperti pink dipilih karena tingkat visibilitasnya yang tinggi. Warna ini mudah terlihat di layar televisi maupun perangkat seluler, sehingga memperkuat identitas merek dan memudahkan penonton menangkap pergerakan pemain.
Selain alasan pemasaran, warna fuchsia juga sesuai dengan tren mode global 2026. Lembaga peramal tren warna memprediksi electric fuchsia menjadi salah satu warna paling berpengaruh tahun ini. Akibatnya, industri olahraga dan fesyen sama-sama mengadopsi warna tersebut dalam berbagai produk.
Sheldon menambahkan, “Apa yang Anda lihat di Piala Dunia ini adalah konvergensi dari dua tren. Para atlet menuntut sepatu performa paling canggih yang tersedia dan semakin menginginkan produk yang mencerminkan individualitas mereka.”















