Jakarta – Saat cuaca panas, buah-buahan segar menjadi pilihan utama untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan bertenaga. Buah-buahan juga dikenal kaya nutrisi yang mendukung kekebalan tubuh, metabolisme, kesehatan usus, dan fungsi jantung.
Mengutip Times of India, dua buah tropis yang sering menjadi favorit adalah alpukat dan mangga. Keduanya sama-sama lezat, kaya nutrisi, dan mudah diolah menjadi smoothie, salad, hingga dessert. Namun, pertanyaannya adalah mana yang lebih bergizi?
Kedua buah ini memiliki karakteristik nutrisi yang sangat berbeda. Satu cangkir mangga matang mengandung sekitar 165 kalori, 25 gram karbohidrat, 23 gram gula, 3 gram serat, 1,4 gram protein, dan 0,6 gram lemak. Sedangkan satu buah alpukat ukuran sedang mengandung 150 kalori, 22 gram lemak, 12,8 gram karbohidrat, 10 gram serat, 0,2 gram gula, dan 3 gram protein.
Alpukat kaya akan lemak sehat, terutama lemak tak jenuh tunggal seperti asam oleat, yang baik untuk kesehatan jantung dan fungsi otak. Setiap cangkir alpukat juga mengandung sekitar 10 gram serat yang baik untuk pencernaan dan rasa kenyang. Selain itu, alpukat kaya vitamin K, E, C, B5, B6, dan folat, serta antioksidan lutein dan zeaxanthin yang bermanfaat untuk kesehatan mata. Alpukat hampir tidak mengandung gula.
Sementara itu, mangga tinggi fruktosa, sekitar 40-45 gram per cangkir, sehingga memberikan energi instan. Mangga juga kaya vitamin C, A, E, K, dan vitamin B, serta mengandung antioksidan beta-karoten dan mangiferin yang baik untuk kulit, kekebalan tubuh, dan kesehatan mata.
Mangga memiliki berbagai sifat seperti antibakteri, antijamur, antelmintik, antiparasit, antitumor, anti HIV, antispasmodik, antipiretik, antidiare, antialergi, imunomodulasi, hipolipidemik, antimikroba, hepatoprotektif, dan gastroprotektif. Efek ini dikaitkan dengan kandungan serat tinggi dan senyawa bioaktif seperti mangiferin.
Sebuah laporan dari Journal of the American Heart Association menyatakan bahwa mengonsumsi dua porsi alpukat per minggu dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular. Studi selama 30 tahun dengan 110.000 peserta menemukan bahwa konsumsi tersebut menurunkan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 16% dan risiko penyakit jantung koroner sebesar 21%. Penelitian juga menunjukkan konsumsi alpukat dapat menurunkan kadar kolesterol total dan LDL, terutama pada individu dengan hiperkolesterolemia.
Mana yang lebih baik? Jawabannya tergantung kondisi tubuh dan kebutuhan masing-masing. Jika memiliki diabetes, penyakit jantung, atau ingin menurunkan berat badan, alpukat lebih dianjurkan. Namun, jika tujuan meningkatkan asupan vitamin, mangga lebih unggul.
Panduan singkatnya adalah: untuk kenyang, kontrol nafsu makan, dan kesehatan metabolik pilih alpukat; untuk vitamin, kesegaran, dan antioksidan pilih mangga; dan untuk kesehatan secara keseluruhan, tidak perlu memilih salah satu karena keduanya saling melengkapi.















