Jakarta – Studi terbaru mengungkap gejala kecanduan video pendek berkaitan dengan perbedaan struktur dan aktivitas sejumlah area otak yang berperan dalam kontrol diri, emosi, perhatian, dan sistem penghargaan. Temuan ini muncul di tengah popularitas platform video pendek seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal NeuroImage pada 2025 melibatkan 111 mahasiswa di China. Para peneliti menggunakan pemindaian MRI untuk memetakan struktur dan aktivitas otak serta mengukur tingkat kecanduan video pendek para peserta.
Tim peneliti menulis, “Kecanduan video pendek telah muncul sebagai masalah perilaku dan sosial yang semakin berkembang, didorong oleh meluasnya penggunaan platform digital yang menyediakan konten video singkat, personal, dan sangat menarik.”
Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi gejala kecanduan video pendek seseorang, semakin besar perbedaan yang ditemukan pada sejumlah area otaknya. Secara struktural, ditemukan peningkatan volume pada orbitofrontal cortex (OFC) dan cerebellum di kedua sisi otak.
Peneliti menjelaskan, “Secara struktural, kami menemukan hubungan positif antara gejala kecanduan video pendek dengan peningkatan volume pada orbitofrontal cortex dan cerebellum bilateral.”
OFC berperan dalam pengambilan keputusan, pengendalian impuls, pemrosesan penghargaan, dan pengaturan emosi. Perubahan pada area ini dapat menunjukkan sensitivitas lebih tinggi terhadap rangsangan dan penghargaan dari konten video pendek, yang mendorong seseorang untuk terus menonton dan mencari konten berikutnya.
Selain perubahan struktur, tim peneliti juga menemukan peningkatan aktivitas spontan pada dorsolateral prefrontal cortex (DLPFC), posterior cingulate cortex (PCC), cerebellum, dan temporal pole (TP).
Menurut peneliti, “Area DLPFC, PCC, cerebellum, dan temporal pole menunjukkan aktivitas spontan yang lebih tinggi, yang berkorelasi positif dengan tingkat keparahan kecanduan video pendek.”
DLPFC berperan dalam pengendalian diri dan perhatian, PCC berkaitan dengan memori dan refleksi diri, sedangkan temporal pole berhubungan dengan pemrosesan emosi serta interaksi sosial.
Penelitian juga menemukan hubungan antara kecanduan video pendek dan sifat iri hati (dispositional envy). Individu yang sering membandingkan dirinya dengan orang lain cenderung lebih tinggi mengalami gejala kecanduan video pendek.
Meski demikian, peneliti menegaskan bahwa studi ini tidak membuktikan bahwa TikTok atau platform video pendek secara langsung menyebabkan perubahan pada otak. Penelitian hanya menemukan hubungan antara gejala kecanduan video pendek dan karakteristik otak yang diamati pada responden.
Peneliti menyimpulkan bahwa temuan ini merupakan bukti awal mengenai hubungan antara kecanduan video pendek dan perbedaan struktur serta aktivitas sejumlah area otak yang berperan dalam kontrol diri, emosi, perhatian, dan sistem penghargaan.















