Jakarta – Bayi yang menangis terus-menerus saat tidur sering membuat orang tua merasa pusing. Untuk mengatasinya dengan tepat, penting mengetahui penyebab pastinya terlebih dahulu.
Kondisi ini umum terjadi pada bayi baru lahir hingga usia satu tahun. Tangisan saat tidur bisa muncul sebentar lalu berhenti sendiri, namun ada juga yang sampai membuat bayi terbangun dan sulit tenang kembali.
Beberapa penyebab bayi menangis saat tidur antara lain rasa lapar, haus, perubahan siklus tidur, tumbuh gigi, hingga kondisi seperti night terror. Dikutip dari Healthline, suara tangisan bayi bisa menjadi petunjuk. Bayi yang menangis karena popok basah, lapar, kedinginan, atau sakit biasanya sulit kembali tertidur dalam 1-2 menit. Tangisan akan meningkat dan menjadi tanda bagi orang tua untuk merespons.
Dalam situasi tersebut, disarankan menjaga bayi tetap tenang tanpa rangsangan berlebih seperti lampu terang atau suara keras agar bayi memahami malam adalah waktu tidur. Berikut beberapa penyebab bayi menangis saat tidur:
- Lapar atau haus
Bayi baru lahir memiliki lambung kecil sehingga cepat lapar atau haus dan sering terbangun sambil menangis untuk menyusu di malam hari. Bayi usia 1-3 bulan masih sering bangun malam karena lapar dan pola tidur belum stabil.
- Siklus tidur belum terbentuk
Siklus tidur bayi lebih pendek (40-60 menit) dan lebih sering dalam fase tidur aktif (REM), sehingga mudah terbangun dan menangis.
- Popok kotor atau basah
Popok penuh membuat bayi tidak nyaman dan mudah terbangun serta rewel.
- Tumbuh gigi
Pada usia 4-7 bulan, bayi mulai tumbuh gigi yang menyebabkan nyeri dan gatal sehingga tidur malam menjadi gelisah.
- Refleks saat tidur
Gerakan refleks atau tersentak saat tidur aktif bisa membuat bayi menangis, ini normal.
- Terlalu banyak aktivitas sebelum tidur
Overstimulasi seperti suara bising, cahaya terang, atau bermain berlebihan membuat bayi sulit rileks dan mudah terbangun.
- Perut tidak nyaman
Sistem pencernaan bayi belum sempurna sehingga rentan merasa tidak nyaman dan menangis saat tidur.
- Separation anxiety
Pada usia 6-9 bulan, bayi mulai memahami keberadaan orang tua dan bisa cemas saat tidak melihat mereka, termasuk saat terbangun malam hari.
- Sedang sakit
Demam, kolik, infeksi telinga, atau gangguan pencernaan dapat menyebabkan tangisan intens. Jika bayi tampak kesakitan, konsultasikan ke dokter.
- Kelelahan
Bayi yang terlalu lelah sulit tidur nyenyak dan lebih mudah rewel.
Cara mengatasi bayi menangis saat tidur antara lain:
- Ciptakan rutinitas tidur konsisten seperti mandi air hangat, pijat, atau dibacakan cerita.
- Pastikan bayi sudah kenyang sebelum tidur.
- Periksa popok dan pakaian agar nyaman dan tidak terlalu tebal.
- Menggendong bayi sambil berjalan selama 5 menit dapat menenangkan dan menurunkan detak jantung bayi.
- Beri sentuhan lembut seperti mengusap punggung atau membedong bayi agar merasa aman.
- Hindari overstimulasi sebelum tidur.
- Usap perut bayi dengan lembut untuk menenangkan.
- Atur suhu kamar agar nyaman, tidak terlalu panas atau dingin.
- Bantu bayi belajar menenangkan diri sendiri secara bertahap.
Night terror adalah gangguan tidur yang membuat anak menangis atau tampak ketakutan saat tidur tanpa benar-benar terbangun. Biasanya terjadi pada balita dan tidak berbahaya, namun orang tua harus tetap tenang dan menjaga lingkungan aman.
Bayi perlu dibawa ke dokter jika tangisan berlangsung berlebihan, sulit ditenangkan, disertai demam tinggi, sesak napas, muntah berulang, nafsu makan menurun, berat badan tidak bertambah, tidur sangat gelisah, atau tampak kesakitan saat disentuh.
Pola tidur bayi berbeda berdasarkan usia. Bayi baru lahir tidur 16-17 jam sehari dengan periode bangun singkat. Usia 1-3 bulan mulai memiliki pola tidur lebih teratur meski masih sering bangun malam. Usia 3-7 bulan beberapa bayi mulai tidur lebih lama, namun tumbuh gigi dan sleep regression bisa mengganggu. Usia 7-12 bulan sebagian besar sudah bisa tidur sepanjang malam, meski separation anxiety dan tumbuh gigi masih bisa mengganggu. Balita membutuhkan 12-15 jam tidur per hari dan perubahan rutinitas atau sakit bisa membuat mereka menangis saat tidur.
Bayi menangis saat tidur adalah hal umum yang berkaitan dengan tumbuh kembang. Orang tua disarankan tetap memantau dan berkonsultasi ke dokter jika diperlukan.















