Jakarta – Siklus haid disebut-sebut dapat memengaruhi fluktuasi produksi ASI pada ibu menyusui. Banyak ibu yang mengeluhkan penurunan pasokan ASI saat sedang haid. Lantas, bagaimana fakta sebenarnya mengenai hal ini?
Setelah masa nifas usai, haid biasanya kembali muncul, namun sering kali tidak langsung normal seperti sebelumnya. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah haid memengaruhi produksi ASI. Banyak ibu menyusui memperhatikan adanya penurunan volume ASI sesaat sebelum atau selama haid.
Dr. Vyshali HR, Konsultan Obstetri dan Ginekologi di Rainbow Children Hospital, Hebbal, menjelaskan bahwa penurunan produksi ASI ini bertepatan dengan perubahan hormon selama siklus haid, terutama naik turunnya estrogen dan progesteron. “Kadar kalsium dan magnesium juga dapat berubah selama haid, yang diduga berperan dalam seberapa terasa perubahan ini,” ujarnya. Fluktuasi hormon dan mineral ini menyebabkan beberapa perempuan merasakan perubahan produksi ASI lebih nyata dibanding yang lain.
Menurut The Australian Breastfeeding Association, sebagian besar ibu tidak mengalami haid selama beberapa bulan setelah melahirkan, rata-rata sekitar 9 hingga 10 bulan. Saat haid kembali, beberapa bayi mungkin menyusu dengan cara berbeda, seperti menjadi rewel, ingin menyusu lebih sering, atau menolak payudara. Kondisi ini diduga terkait perubahan sementara pada aliran dan rasa ASI, bukan penurunan produksi ASI.
Tanda-tanda yang perlu diperhatikan antara lain payudara terasa tidak sepenuh biasanya, bayi lebih rewel atau gelisah setelah menyusu, bayi lebih sering ingin menyusu, serta puting terasa sakit atau lebih sensitif selama atau sebelum haid. Meski demikian, kondisi ini biasanya berlangsung singkat dan akan datang dan pergi seiring siklus haid.
Untuk mempertahankan produksi ASI selama haid, Dr. Vyshali menyarankan beberapa langkah, yaitu minum banyak air sepanjang hari, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tidur cukup, dan konsisten dengan rutinitas memompa ASI.
Mengenai apakah ibu harus berhenti menyusui saat haid, Dr. Vyshali menegaskan bahwa haid tidak berarti menyusui harus dihentikan. “Tubuh setiap orang berbeda, dan banyak ibu dapat terus menyusui dengan sukses setelah haid mereka kembali,” katanya. Penurunan produksi ASI selama haid bersifat sementara dan biasanya kembali normal dalam beberapa hari tanpa perlu penyesuaian besar.
Dengan demikian, ibu tidak perlu khawatir jika produksi ASI terganggu saat haid. Kondisi ini normal dan akan membaik seiring berakhirnya siklus haid. Semangat terus memberikan ASI eksklusif untuk si kecil.















