Apakah Anak Berbakat Kecil Menghindari Tantangan Dewasa?

Devi Rizky

benarkah-anak-yang-berbakat-saat-kecil-cenderung-menghindari-tantangan-saat-dewasa?
Benarkah Anak yang Berbakat saat Kecil Cenderung Menghindari Tantangan saat Dewasa?

Jakarta – Anak berbakat sejak kecil tidak selalu mendapatkan sanjungan, melainkan terkadang merasa terbebani oleh ekspektasi lingkungan sekitar. Seorang tenaga pendidik siswa berbakat, Wess Carroll, menyatakan bahwa siswa berbakat sering diberi label “anak pintar” sejak dini, yang justru menjadi tekanan karena mereka merasa harus selalu berhasil dan takut melakukan kesalahan.

Orang tua biasanya bangga saat anak berbakat berhasil, namun kekecewaan muncul ketika anak gagal mencapai harapan tersebut. Kondisi ini membuat anak berbakat cenderung merasa harus sempurna dan menghindari risiko, sehingga mereka menghindari tantangan yang berpotensi membuat mereka gagal.

Penelitian menunjukkan bahwa anak berbakat memiliki sifat perfeksionis dengan standar tinggi pada diri sendiri. Label “anak pintar” membuat mereka ragu mencoba hal baru karena takut hasilnya tidak memuaskan. Ironisnya, anak berbakat yang potensial ini bisa menjadi orang dewasa yang menghindari tantangan karena beban tersebut.

Psikolog pendidikan David Palmer, Ph.D, menjelaskan bahwa anak berbakat memiliki kepekaan emosional yang berbeda dan lebih peka terhadap perasaan orang lain maupun dirinya sendiri. Mereka sering mengalami overthinking dan takut tidak memenuhi ekspektasi orang lain, sehingga memilih zona aman agar tidak gagal dan kehilangan pujian.

Karakter perfeksionis ini dapat berlanjut hingga dewasa dan menghambat karier mereka. Anak berbakat juga menyadari bahwa untuk mencapai hal di luar bakat alami, diperlukan usaha keras dan waktu bertahun-tahun. Oleh karena itu, penting bagi anak berbakat untuk belajar menerima kritik, mencoba hal baru, dan tidak terlalu memikirkan penilaian orang lain agar dapat berkembang.

Dalam mendukung anak berbakat secara emosional, orang tua disarankan untuk membantu anak bersosialisasi, melatih keterampilan sosial, menjadi pendengar yang baik, bersikap tulus, dan mengajarkan hubungan sosial yang sehat. Dengan cara ini, anak dapat belajar menerima perbedaan dan mengembangkan diri secara optimal.

Penjelasan ini diharapkan dapat membantu orang tua memahami alasan anak berbakat menghindari tantangan saat dewasa dan memberikan dukungan yang tepat.

Popular Post

Mood Daily

Kamu Benar Mencintainya ? Ini Tanda Ketulusanmu !

Femalers – Perempuan yang benar tulus mencintai pasanganya memiliki cara tertentu untuk menjalin hubungan. Kesetiaan dalam suatu hubungan merupakan sesuatu ...

FashionOOTD

Nama Fashion Style yang Wajib Kamu Ketahui !

Femalers – Sejak dahulu gaya fashion merupakan trend yang paling cepat mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Dari tahun ke tahun ...

BeautyMake Up

Eyelash Extension dan Eyelash Lifting? Apa Bedanya?

Femalers – Setiap wanita pasti ingin mempunyai bulu mata yang tebal dan lentik. Berkembanglah trend eyelash extension dan juga eyelash ...

KarirMahMud

Karir atau Rumah Tangga? Bagaimana Menyeimbangkan Keduanya?

Femalers – Zaman sekarang ialah zaman emansipasi wanita, yang dimana wanita dapat mengenyam pendidikan dan juga berkarir. Banyak wanita yang ...

BeautySkin Care

Kulit Kusam Bikin Muram, Atasi Dengan Cara Sederhana Ini !

Femalers – Wajah kusam disebabkan oleh berbagai hal sederhana yang sering kali terlupakan oleh banyak orang. Penyebabnya adalah kosmetik yang ...

BeautyMake Up

Kesalahan Saat Bermake-Up? Apa Saja?

Femalers – Wanita pasti ingin tampil cantik dan menarik di depan banyak orang. salah satu penunjang kecantikan wanita ialah make ...

Tinggalkan komentar