Jakarta – Memuji anak menjadi cara spontan orang tua menunjukkan rasa bangga, namun pujian tertentu justru bisa membuat anak terlalu bergantung pada penilaian orang lain. Kalimat seperti “anak pintar” terdengar positif, tetapi dalam beberapa situasi anak bisa merasa dirinya hanya dihargai saat berhasil melakukan sesuatu dengan baik.
Anak sebenarnya lebih membutuhkan perhatian terhadap usaha dan proses yang mereka lakukan. Dari situ, anak belajar percaya diri, mencoba lagi, dan mengenali kemampuan dirinya sendiri. Banyak orang tua belum menyadari bahwa pujian dapat memengaruhi cara anak memandang dirinya, sehingga memilih kalimat yang tepat saat memuji anak sangat penting.
Saat anak membawa pulang nilai sempurna, orang tua sering mengatakan, “Kamu pintar sekali!” Namun, jika anak mendapat nilai rendah, mereka bisa mempertanyakan kemampuan diri. Sebaiknya, orang tua menggambarkan usaha dan proses yang dilakukan anak, misalnya, “Kamu memilih pakaian merah itu dan mengancingkan semua kancingnya sendiri. Itu butuh banyak usaha,” atau “Butuh banyak kerja keras untuk mendapatkan nilai 100 pada tugasmu. Bunda yakin kamu merasa senang karena kerja kerasmu membuahkan hasil.”
Contoh kalimat lain yang menekankan usaha dan proses adalah, “Bunda melihat warna biru, hijau, hitam, dan kuning di gambarmu. Kamu memilih banyak warna kuning dan membuat lingkaran besar dengan spidolmu,” serta “Lihat betapa besarnya tenagamu membawa tas sampai ke atas tangga. Bunda menghargai bantuanmu.”
Fokus pada usaha membuat anak lebih siap menghadapi tantangan dan berani mencoba menyelesaikan tugas sulit. Sebaliknya, pujian seperti “kamu pintar sekali” kadang membuat anak merasa harus selalu berhasil, sehingga saat hasil tidak sesuai harapan, mereka bisa kecewa dan meragukan diri sendiri.
Orang tua disarankan menggunakan kalimat yang menekankan proses dan usaha agar anak merasa dihargai meski sedang belajar atau melakukan kesalahan. Perhatikan usaha anak saat menggambar, belajar, atau menyelesaikan sesuatu yang sulit. Saat anak kesulitan, fokuslah pada usaha mereka, misalnya dengan mengatakan, “Tugas itu memang sulit, tapi kamu sudah berusaha keras menyelesaikannya.”
Dengan cara ini, anak akan menjadi lebih mandiri, mampu menghadapi tantangan, dan percaya pada kemampuan dirinya sendiri. Itulah beberapa kalimat pengganti yang bisa digunakan orang tua daripada terus menyebut anak “pintar” saat memuji.















