Hentikan Pujian “Anak Pintar”, Gunakan Kalimat Ini!

Syafna Aulia

berhenti-bilang-“anak-pintar”-saat-memuji,-ini-kalimat-penggantinya
Berhenti Bilang “Anak Pintar” saat Memuji, Ini Kalimat Penggantinya

Jakarta – Memuji anak menjadi cara spontan orang tua menunjukkan rasa bangga, namun pujian tertentu justru bisa membuat anak terlalu bergantung pada penilaian orang lain. Kalimat seperti “anak pintar” terdengar positif, tetapi dalam beberapa situasi anak bisa merasa dirinya hanya dihargai saat berhasil melakukan sesuatu dengan baik.

Anak sebenarnya lebih membutuhkan perhatian terhadap usaha dan proses yang mereka lakukan. Dari situ, anak belajar percaya diri, mencoba lagi, dan mengenali kemampuan dirinya sendiri. Banyak orang tua belum menyadari bahwa pujian dapat memengaruhi cara anak memandang dirinya, sehingga memilih kalimat yang tepat saat memuji anak sangat penting.

Saat anak membawa pulang nilai sempurna, orang tua sering mengatakan, “Kamu pintar sekali!” Namun, jika anak mendapat nilai rendah, mereka bisa mempertanyakan kemampuan diri. Sebaiknya, orang tua menggambarkan usaha dan proses yang dilakukan anak, misalnya, “Kamu memilih pakaian merah itu dan mengancingkan semua kancingnya sendiri. Itu butuh banyak usaha,” atau “Butuh banyak kerja keras untuk mendapatkan nilai 100 pada tugasmu. Bunda yakin kamu merasa senang karena kerja kerasmu membuahkan hasil.”

Contoh kalimat lain yang menekankan usaha dan proses adalah, “Bunda melihat warna biru, hijau, hitam, dan kuning di gambarmu. Kamu memilih banyak warna kuning dan membuat lingkaran besar dengan spidolmu,” serta “Lihat betapa besarnya tenagamu membawa tas sampai ke atas tangga. Bunda menghargai bantuanmu.”

Fokus pada usaha membuat anak lebih siap menghadapi tantangan dan berani mencoba menyelesaikan tugas sulit. Sebaliknya, pujian seperti “kamu pintar sekali” kadang membuat anak merasa harus selalu berhasil, sehingga saat hasil tidak sesuai harapan, mereka bisa kecewa dan meragukan diri sendiri.

Orang tua disarankan menggunakan kalimat yang menekankan proses dan usaha agar anak merasa dihargai meski sedang belajar atau melakukan kesalahan. Perhatikan usaha anak saat menggambar, belajar, atau menyelesaikan sesuatu yang sulit. Saat anak kesulitan, fokuslah pada usaha mereka, misalnya dengan mengatakan, “Tugas itu memang sulit, tapi kamu sudah berusaha keras menyelesaikannya.”

Dengan cara ini, anak akan menjadi lebih mandiri, mampu menghadapi tantangan, dan percaya pada kemampuan dirinya sendiri. Itulah beberapa kalimat pengganti yang bisa digunakan orang tua daripada terus menyebut anak “pintar” saat memuji.

Popular Post

Mood Daily

Kamu Benar Mencintainya ? Ini Tanda Ketulusanmu !

Femalers – Perempuan yang benar tulus mencintai pasanganya memiliki cara tertentu untuk menjalin hubungan. Kesetiaan dalam suatu hubungan merupakan sesuatu ...

FashionOOTD

Nama Fashion Style yang Wajib Kamu Ketahui !

Femalers – Sejak dahulu gaya fashion merupakan trend yang paling cepat mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Dari tahun ke tahun ...

BeautyMake Up

Eyelash Extension dan Eyelash Lifting? Apa Bedanya?

Femalers – Setiap wanita pasti ingin mempunyai bulu mata yang tebal dan lentik. Berkembanglah trend eyelash extension dan juga eyelash ...

BeautySkin Care

Kulit Kusam Bikin Muram, Atasi Dengan Cara Sederhana Ini !

Femalers – Wajah kusam disebabkan oleh berbagai hal sederhana yang sering kali terlupakan oleh banyak orang. Penyebabnya adalah kosmetik yang ...

KarirMahMud

Karir atau Rumah Tangga? Bagaimana Menyeimbangkan Keduanya?

Femalers – Zaman sekarang ialah zaman emansipasi wanita, yang dimana wanita dapat mengenyam pendidikan dan juga berkarir. Banyak wanita yang ...

BeautyMake Up

Kesalahan Saat Bermake-Up? Apa Saja?

Femalers – Wanita pasti ingin tampil cantik dan menarik di depan banyak orang. salah satu penunjang kecantikan wanita ialah make ...

Tinggalkan komentar