Jakarta – Sarapan menjadi momen penting untuk mengisi energi sebelum memulai aktivitas, namun tidak semua menu sarapan baik untuk kesehatan tubuh. Beberapa jenis makanan justru dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) jika dikonsumsi terlalu sering, terutama makanan tinggi lemak jenuh, gula, dan minyak berlebih.
Selama bertahun-tahun, telur sering dianggap buruk dalam diskusi diet sehat karena kandungan kolesterolnya. Namun para ahli menyatakan telur tidak perlu dihindari sama sekali, terutama jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Sebaliknya, ada makanan pokok sarapan lain yang perlu diperhatikan jika Anda peduli dengan kadar kolesterol, yaitu sosis. Ahli gizi menyebut sosis mungkin merupakan makanan sarapan terburuk untuk kolesterol.
Paloma Vega, M.S., RDN, seorang ahli nutrisi, menjelaskan, “Lemak jenuh dapat mengurangi kemampuan hati untuk menghilangkan kolesterol LDL dari aliran darah dengan menurunkan aktivitas reseptor LDL, yang dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol seiring waktu.”
Satu porsi 100 gram sosis mengandung 9 gram lemak jenuh. American Heart Association merekomendasikan agar tidak lebih dari 6% dari total kalori harian berasal dari lemak jenuh demi kesehatan jantung yang ideal. Sebagai gambaran, satu porsi sosis dapat mengandung hingga 69% dari batas harian yang direkomendasikan di pagi hari.
Selain itu, efek buruk sosis juga terkait dengan pengawet seperti nitrit. Nitrit ditambahkan ke daging olahan untuk mempertahankan warna, meningkatkan rasa, dan mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya. Namun, ketika daging olahan dimasak dengan suhu tinggi atau dicerna, nitrit dapat berkontribusi pada pembentukan nitrosamin, senyawa yang terkait dengan penyakit jantung dan risiko kanker.















