Jakarta – Hari Raya Iduladha menjadi momen untuk menikmati berbagai olahan daging, namun penyimpanan daging kurban perlu diperhatikan agar tetap aman dan berkualitas. Mhd. Aldrian, sarjana gizi dari Universitas Andalas, memberikan delapan langkah penting dalam menyimpan daging kurban dengan benar.
Menurut Aldrian, daging kurban yang ditangani dengan tepat tidak hanya menjaga kesegaran, tetapi juga mengurangi risiko pertumbuhan bakteri penyebab keracunan makanan. Ia menegaskan, daging sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama di suhu ruang, maksimal dua jam setelah diterima, karena bakteri dapat berkembang biak dengan cepat.
Selain itu, daging dan jeroan harus dipisahkan untuk mencegah kontaminasi silang. Ketua Kelompok Substansi Pengawasan Keamanan Produk Hewan Ditjen PKH Kementan, drh. Ira Firgorita, menyarankan jeroan hijau seperti usus dan babat direbus terlebih dahulu sebelum dibagikan.
Mengenai kebersihan, drh. Ira menuturkan bahwa daging yang sudah bersih dan kering tidak perlu dicuci lagi sebelum disimpan. Namun, jika daging terkena kotoran seperti tanah atau bulu hewan, harus dibersihkan dengan air mengalir dan dikeringkan menggunakan tisu dapur agar kelembapan berkurang.
Kebersihan tangan juga penting, terutama sebelum dan sesudah menyentuh daging mentah. Aldrian mengingatkan agar tangan dicuci dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik untuk menghindari kontaminasi silang. Alat seperti talenan dan pisau untuk daging mentah juga harus dipisahkan dari yang digunakan untuk makanan matang.
Dalam penyimpanan, daging harus ditempatkan dalam wadah bersih dan tertutup rapat yang berbahan food grade untuk menjaga kualitas dan mencegah cairan menetes ke bahan makanan lain. Retno Anggrina Khalistha Dewi dari BPOM menambahkan, daging sebaiknya dibagi dalam porsi sekali masak agar lebih praktis dan mengurangi risiko kontaminasi saat pencairan.
Label tanggal penyimpanan pada wadah juga dianjurkan agar pengguna dapat menerapkan prinsip FIFO (First In First Out), sehingga stok lama digunakan terlebih dahulu dan kualitas daging tetap terjaga.
Terakhir, suhu penyimpanan menjadi faktor krusial. Daging yang akan dikonsumsi dalam satu hingga dua hari dapat disimpan di chiller dengan suhu sekitar 4 derajat Celsius, sementara untuk penyimpanan lebih lama, freezer dengan suhu minus 18 derajat Celsius lebih dianjurkan untuk menjaga kualitas daging hingga beberapa bulan.















