Kenali dan Atasi Perut Buncit: Lemak atau Pencernaan?

Fajar Ibrahim

cara-bedakan-perut-buncit-karena-lemak-vs-masalah-pencernaan
Cara Bedakan Perut Buncit karena Lemak vs Masalah Pencernaan

Jakarta – Perut yang tampak membesar tidak selalu disebabkan oleh penumpukan lemak. Pelatih kebugaran Zoe Modgill mengungkapkan bahwa ada beberapa kondisi lain yang bisa membuat perut terlihat buncit, seperti kembung, gangguan pencernaan, hingga tekanan pada otot inti tubuh.

Zoe menjelaskan bahwa banyak orang salah mengira perubahan bentuk perut sebagai lemak perut biasa. Ia menulis, “Tidak semua perut buncit adalah lemak. Kadang itu kembung, postur tubuh, konstipasi, tekanan inti tubuh, hingga diastasis.”

Ia juga mengingatkan bahwa solusi instan seperti diet ekstrem, latihan sit up berlebihan, minuman detoks, atau olahraga acak belum tentu menjadi jawaban yang tepat. Zoe menekankan pentingnya memahami kebutuhan tubuh terlebih dahulu, mulai dari pola makan, kekuatan otot, jumlah aktivitas harian, kesehatan pencernaan, hingga rehabilitasi otot inti tubuh.

Untuk membedakan perut buncit akibat lemak atau masalah pencernaan, Zoe membagikan beberapa tanda sederhana. Jika perut terasa lebih rata pada pagi hari namun membesar pada malam hari, kemungkinan besar itu disebabkan oleh kembung atau tekanan pada area perut. Sedangkan perut yang terasa keras dan kencang setelah makan bisa menjadi tanda adanya masalah pencernaan. Perut yang menonjol saat olahraga juga dapat mengindikasikan tekanan berlebih pada otot inti tubuh atau core pressure.

Pada perempuan setelah melahirkan, bagian bawah perut yang masih tampak menonjol belum tentu disebabkan oleh lemak. Zoe mengatakan kondisi tersebut bisa dipengaruhi oleh kulit, jaringan fascia, postur tubuh, atau kombinasi beberapa faktor sekaligus.

Zoe juga mengingatkan agar tidak mengabaikan beberapa tanda yang perlu diperhatikan lebih serius. Ia menyarankan, “Kembung yang terasa nyeri sebaiknya diperiksa ke dokter.” Konstipasi atau sembelit juga dapat membuat perut tampak lebih besar, sementara kebiasaan makan terlalu cepat bisa memperparah kembung.

Selain itu, pola makan rendah protein dan tinggi karbohidrat dapat meningkatkan rasa lapar serta keinginan makan berlebih. Masyarakat disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami keluhan kesehatan tertentu.

Popular Post

Mood Daily

Kamu Benar Mencintainya ? Ini Tanda Ketulusanmu !

Femalers – Perempuan yang benar tulus mencintai pasanganya memiliki cara tertentu untuk menjalin hubungan. Kesetiaan dalam suatu hubungan merupakan sesuatu ...

FashionOOTD

Nama Fashion Style yang Wajib Kamu Ketahui !

Femalers – Sejak dahulu gaya fashion merupakan trend yang paling cepat mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Dari tahun ke tahun ...

BeautyMake Up

Eyelash Extension dan Eyelash Lifting? Apa Bedanya?

Femalers – Setiap wanita pasti ingin mempunyai bulu mata yang tebal dan lentik. Berkembanglah trend eyelash extension dan juga eyelash ...

KarirMahMud

Karir atau Rumah Tangga? Bagaimana Menyeimbangkan Keduanya?

Femalers – Zaman sekarang ialah zaman emansipasi wanita, yang dimana wanita dapat mengenyam pendidikan dan juga berkarir. Banyak wanita yang ...

BeautySkin Care

Kulit Kusam Bikin Muram, Atasi Dengan Cara Sederhana Ini !

Femalers – Wajah kusam disebabkan oleh berbagai hal sederhana yang sering kali terlupakan oleh banyak orang. Penyebabnya adalah kosmetik yang ...

BeautyMake Up

Kesalahan Saat Bermake-Up? Apa Saja?

Femalers – Wanita pasti ingin tampil cantik dan menarik di depan banyak orang. salah satu penunjang kecantikan wanita ialah make ...

Tinggalkan komentar