Jakarta – Kecerdasan anak tidak bisa diukur hanya dari Intelligence Quotient (IQ) saja. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kemampuan anak melibatkan berbagai aspek yang saling berkaitan dalam proses tumbuh kembangnya.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Intelligence dan dikutip dari The Economic Times menjelaskan bahwa IQ saja tidak cukup untuk menggambarkan kemampuan berpikir anak. Penelitian ini mengamati 65 anak berbakat berusia 6 hingga 14 tahun dengan skor minimal 120 pada tes WISC-IV, salah satu tes kognitif yang umum digunakan.
Selain anak-anak, orang tua mereka juga dinilai menggunakan WAIS-IV untuk menganalisis kepribadian dan hubungan antara faktor keluarga dengan perkembangan anak. Hasil penelitian mengungkap empat aspek kognitif yang konsisten muncul pada anak dengan kecerdasan tinggi.
Pertama, kemampuan memahami informasi dengan cepat. Anak-anak ini biasanya lebih cepat mengerti hal-hal baru di sekitarnya. Kemampuan serupa juga terlihat pada orang tua, terutama ibu, yang dapat berkaitan dengan anak. Suasana rumah yang dinamis turut berperan dalam membentuk respons cepat anak.
Kedua, memori kerja yang merupakan kemampuan menyerap informasi dalam waktu singkat. Kemampuan ini memiliki kaitan kuat dengan skor memori jangka pendek pada ayah. Peneliti menegaskan bahwa bakat tidak selalu diwariskan secara langsung, melainkan juga dipengaruhi oleh peran orang tua.
Ketiga, penalaran perseptual, yaitu kemampuan memahami informasi visual di sekitar anak. Aspek ini berkaitan dengan latar belakang pendidikan ibu dan ketelitian dalam pengasuhan, yang menciptakan lingkungan teratur dan mendukung perkembangan cara berpikir anak.
Keempat, pemahaman verbal yang meliputi kemampuan menggunakan bahasa sehari-hari. Meskipun ada hubungan dengan pendidikan ibu, faktor ini dipengaruhi oleh interaksi di rumah, pengalaman pendidikan, dan faktor bawaan anak.
Para penulis studi, Lina Pezzuti, Morena Farese, James Dawe, dan Marco Lauriola, menekankan bahwa peran orang tua dalam pengasuhan dan waktu yang dihabiskan bersama anak dapat memberikan dampak berbeda pada perkembangan kecerdasan anak. Mereka juga menyebutkan bahwa faktor bawaan dari orang tua mungkin berperan, meski belum diuji secara mendalam.
Penelitian ini menegaskan bahwa bakat anak tidak ditentukan oleh satu faktor saja, melainkan oleh berbagai faktor yang saling berkaitan dalam proses tumbuh kembangnya. Dengan demikian, mengenali anak dengan kecerdasan luar biasa harus dilihat dari berbagai aspek, bukan hanya skor IQ.















