Jakarta – Penyanyi Oppie Andaresta kini menetap di Bali bersama suaminya, Kurt Kaler. Dari pernikahan mereka, lahir seorang putra bernama Kai Matari Bejo Kaler yang kini berusia 18 tahun dan sedang menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Oppie dikenal memiliki hubungan yang sangat dekat dengan putranya. Dalam sebuah acara di Trans TV, Oppie mengungkapkan rasa bangganya terhadap Kai. Ia mengatakan, “Dia adalah pria yang baik ya. Maksudnya, saya dan suami cukup bangga lah punya anak. Belajarnya hampir tidak pernah dikasih tahu.”
Selain itu, Oppie mengakui dirinya cukup posesif terhadap Kai. Sejak putranya diterima di ITB, ia sering merasa rindu dan kerap pergi ke Bandung untuk menjenguk. “Tapi memang karena anaknya cuma satu, (jadi) emak-emak posesif. Enggak ketemu itu enggak bisa,” ujarnya.
Kai pun membenarkan kedekatan tersebut. Ia menyebut sang bunda hampir setiap minggu datang ke Bandung tanpa pemberitahuan sebelumnya. “Sebenarnya walaupun (hidup) terpisah, tiap minggu tuh dia tiba-tiba datang gitu. Enggak dikabari, aku balik ke kos, tiba-tiba (datang) itu bisa tuh. Sering tiap minggu,” katanya.
Saat pertama kali berpisah dengan putranya, Oppie mengaku sempat sedih karena terbiasa mendampingi Kai sejak kecil. Namun, ia mulai belajar beradaptasi dan menerima kenyataan bahwa putranya harus hidup mandiri. “Iya (sedih), kan biasa dari pagi bangun tidur sudah urusin dia, tiba-tiba dia sudah bisa mandiri gitu. Jadi kayak kehilangan profesi sebagai seorang ibu. Ini lagi masa transisi, jadi lama-lama sudah bisa terima,” jelasnya.
Oppie menyadari pentingnya melepaskan anak agar bisa berkembang mandiri meski rasa rindu tetap ada. Ia menegaskan, “Tapi kita sebagai orang tua memang harus sadar bahwa anak memang harus dilepas pelan-pelan ya. Kalau enggak, dia enggak akan mandiri.”
Kai juga merasakan rindu yang sama saat harus hidup berjauhan dengan ibunya. Setelah beberapa bulan di Bandung, ia mulai kangen dengan kehadiran Oppie. “Aku pas sebulan pertama kayak bahagia, kayak aduh lumayan nih independent, bisa ngerantau sendiri, hidupnya bebas. Tapi sebenarnya setelah sebulan pertama dan bulan kedua, kayak kangen juga lama-lama, enggak dimasakin,” ungkapnya.
Kai menyebut Oppie sebagai sosok yang selalu memberikan dukungan emosional. Saat stres karena tugas kuliah, ia sering menghubungi ibunya. “Mama itu emotional support. Aku selalu telepon Mama kalau aku lagi stres, kayak kadang-kadang lagi butuh uang, yah namanya juga anak ya,” katanya.
“Biasanya kalau aku lagi kebanyakan beban tugas atau lagi merasa sendiri, rasa kangen sama orang tua, itu aku telepon Mama, langsung kabarin. Menurut aku Mama tuh selalu punya jawaban yang benar,” tambah Kai.
Kisah ini menggambarkan kedekatan Oppie Andaresta dengan putranya yang kini sudah dewasa.















