Jakarta – Penghasilan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kerja keras semata, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor kepribadian seseorang. Penelitian menunjukkan bahwa sikap, pengambilan keputusan, dan cara menghadapi tantangan sehari-hari turut membentuk kesuksesan finansial.
Menurut penelitian dari Panel Sosial Ekonomi (SOEP) Jerman dan Universitas Munster, para jutawan yang membangun kekayaannya sendiri memiliki ciri kepribadian berbeda. Mereka cenderung berani mengambil risiko, stabil secara emosi, terbuka, ekstrovert, dan teliti.
Profesor psikologi Universitas Munster, Mitja Back, menyatakan bahwa ini adalah studi pertama yang menggambarkan kepribadian para jutawan dengan data kuat. “Orang kaya memiliki pengaruh khusus dalam pengambilan keputusan di masyarakat, dan kepribadian memengaruhi cara berpikir serta berperilaku,” ujarnya.
Penelitian yang melibatkan lebih dari 20.000 orang sejak 1984 ini menemukan bahwa sifat berani mengambil risiko dan stabil secara emosi lebih sering muncul pada mereka yang sukses membangun kekayaan sendiri. Pola kepribadian serupa juga ditemukan pada orang yang bukan jutawan namun berhasil menghasilkan uang sendiri.
Selain itu, studi yang dipublikasikan di Jurnal University of Chicago mengungkap bahwa orang dengan tingkat ketelitian tinggi dan sifat mudah bergaul berpotensi menghasilkan lebih banyak uang. Penelitian ini menggunakan teori “Lima Besar” yang mencakup keterbukaan, ketelitian, ekstroversi, keramahan, dan neurotisme.
Profesor Weilong Zhang menjelaskan bahwa ketelitian menjadi faktor penentu di pasar kerja yang berkaitan dengan gaji lebih besar dan risiko pengangguran lebih rendah. “Orang yang teliti dikenal bertanggung jawab, rapi, terstruktur, dan pekerja keras,” katanya.
Sifat mudah bergaul juga berperan dalam penghasilan, karena berkaitan dengan kemampuan berinteraksi dan menjalin hubungan sosial. Namun, orang yang sangat mudah bergaul cenderung menghindari konflik sehingga kadang kurang tegas dalam negosiasi, yang dapat memengaruhi hasil kerja.
Penelitian ini menegaskan bahwa kepribadian memainkan peran penting dalam potensi penghasilan seseorang, selain kerja keras dan produktivitas.















