Jakarta – Istilah ‘narsisis’ atau ‘narsistik’ kerap dipakai untuk menggambarkan seseorang yang arogan, egois, atau sulit didekati. Namun, kepribadian orang narsistik ternyata lebih kompleks dari sekadar itu.
Menurut Very Well Family, orang narsistik biasanya memiliki rasa percaya diri yang rapuh, rasa berhak, dan kebutuhan konstan akan validasi. Mereka kesulitan berempati dan menjalin hubungan karena terlalu fokus pada kendali dan perlindungan diri.
Psikiater Daniel B. Block, MD, menjelaskan, “Kepribadian narsistik ditandai dengan rasa penting diri yang berlebihan dan kebutuhan konstan akan perhatian.”
Orang narsistik cenderung menyukai individu yang mudah dimanipulasi dan mampu membuat orang lain terus-menerus mempertanyakan diri sendiri. Namun, tidak semua orang mudah diperdaya oleh mereka.
Beberapa ciri kepribadian yang paling tidak disukai oleh orang narsistik karena dianggap sulit dikendalikan antara lain:
- Mampu menetapkan batasan pribadi dengan tenang. Dikutip dari Your Tango, orang narsistik tidak suka dekat dengan mereka yang mampu menetapkan batasan tanpa perlu menjelaskan diri secara berlebihan. Mereka cenderung tertarik pada orang yang sulit mempertahankan batasan.
- Menghargai kejujuran lebih dari penampilan. Orang narsistik sangat peduli dengan penampilan dan penilaian orang lain, sementara orang yang jujur dan lebih menghargai kebenaran membuat mereka frustrasi.
- Bersikap acuh tak acuh. Psikolog Ramani Durvasula menyatakan, sikap acuh tak acuh terhadap kesombongan narsistik dapat membuat mereka jengkel karena mereka selalu mencari perhatian dan pengakuan.
- Mampu membaca kepribadian lawan bicara. Psikoterapis Chelsey Cole mengatakan, orang narsistik cenderung menjauhi mereka yang sulit dimanipulasi atau sudah mengetahui trik manipulasi mereka.
- Tidak mengidolakan siapa pun. Narsisis membenci orang yang tidak mengidolakannya dan berani menegur perilaku mereka.
- Memiliki empati alami tetapi tidak naif. Orang penuh kasih sayang tidak mudah memberikan empati kepada narsistik dan akan menariknya jika merasa dimanipulasi.
- Memiliki identitas diri yang kuat. Orang yang tahu siapa dirinya dan memiliki batasan tegas langsung dibenci oleh narsisis karena sulit dimanipulasi.
Dengan memahami ciri-ciri ini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh perilaku narsistik.















