Influencer dan Mahasiswa Suarakan Aspirasi di Depan Gedung DPR

Diah Wahyuni

ferry-irwandy,-andolopez-hingga-influencer-tiktok-demo-di-dpr
Ferry Irwandy, Andolopez hingga Influencer TikTok Demo di DPR

Jakarta – Aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (1/9/2025), diramaikan dengan kehadiran sejumlah tokoh publik dan influencer yang bergabung bersama elemen mahasiswa menyuarakan “tuntutan 17+1”. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat gaung aspirasi masyarakat sipil.

Salah satu tokoh yang hadir, Ferry Irwandy, menyoroti pentingnya peran KOL (Key Opinion Leader), TikToker, dan YouTuber dalam menyampaikan isu-isu yang diperjuangkan kepada masyarakat luas. Ia menilai, figur publik dengan pengaruh di media sosial dapat membantu menjaga narasi aksi agar tetap fokus pada substansi.

“Teman-teman media, KOL, influencer, mereka punya suara di tengah kerumunan massa. Tugas kita memberikan pemahaman yang detail, tenang, dan jelas soal akar masalah. Jadi tuntutan tidak berkurang, tapi juga tidak ditunggangi,” ujar Ferry saat berorasi di depan Gedung DPR/MPR RI.

Ferry juga menyoroti partisipasi massa dari berbagai daerah. Ia mengungkapkan, rombongan mahasiswa dari Pati sempat mengalami intimidasi saat hendak berangkat ke Jakarta. “Jauh mereka datang. Di Pati itu berangkat 10 bus, 3 bus balik karena intimidasi. Tapi mereka tetap berangkat untuk menyuarakan keresahan hati mereka,” katanya.

Lebih lanjut, Ferry mengkritisi salah satu tuntutan utama dalam aksi tersebut, yakni penolakan fasilitas pensiun bagi anggota DPR. Ia menilai kebijakan tersebut tidak adil dan membebani keuangan negara. “DPR itu jabatan politik. Seharusnya tidak dapat pensiunan seperti PNS. Apalagi dengan ruang fiskal sekarang, itu jelas tidak masuk akal. Menurut saya harus dihapuskan,” tegasnya.

Selain itu, Ferry juga menyerukan reformasi besar-besaran pada struktur pemerintahan, termasuk legislatif, eksekutif, dan aparat penegak hukum. Ia menekankan pentingnya pemerintah untuk bersikap jernih dalam mengidentifikasi pelaku kerusuhan dan tidak mengaitkan peserta aksi dengan tindakan anarkis.

Menyadari potensi eskalasi politik yang tidak terkendali, Ferry mengingatkan perlunya konsolidasi dan kesadaran bersama untuk menjaga aksi tetap damai. “Kita semua harus mencegah jangan sampai masyarakat jadi korban kepentingan politik pihak tertentu. Kedaulatan tertinggi ada di rakyat. Kita yang turun ke jalan, mahasiswa, pekerja, influencer, adalah pemegang kedaulatan itu,” pungkasnya.

Popular Post

Mood Daily

Kamu Benar Mencintainya ? Ini Tanda Ketulusanmu !

Femalers – Perempuan yang benar tulus mencintai pasanganya memiliki cara tertentu untuk menjalin hubungan. Kesetiaan dalam suatu hubungan merupakan sesuatu ...

FashionOOTD

Nama Fashion Style yang Wajib Kamu Ketahui !

Femalers – Sejak dahulu gaya fashion merupakan trend yang paling cepat mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Dari tahun ke tahun ...

BeautyMake Up

Eyelash Extension dan Eyelash Lifting? Apa Bedanya?

Femalers – Setiap wanita pasti ingin mempunyai bulu mata yang tebal dan lentik. Berkembanglah trend eyelash extension dan juga eyelash ...

KarirMahMud

Karir atau Rumah Tangga? Bagaimana Menyeimbangkan Keduanya?

Femalers – Zaman sekarang ialah zaman emansipasi wanita, yang dimana wanita dapat mengenyam pendidikan dan juga berkarir. Banyak wanita yang ...

BeautySkin Care

Kulit Kusam Bikin Muram, Atasi Dengan Cara Sederhana Ini !

Femalers – Wajah kusam disebabkan oleh berbagai hal sederhana yang sering kali terlupakan oleh banyak orang. Penyebabnya adalah kosmetik yang ...

BeautyMake Up

Kesalahan Saat Bermake-Up? Apa Saja?

Femalers – Wanita pasti ingin tampil cantik dan menarik di depan banyak orang. salah satu penunjang kecantikan wanita ialah make ...

Tinggalkan komentar